Contoh Jenis Sastra Beserta Pengertianya


Berikut adalah Jenis sastra yang tergolong menjadi tiga macam, yaitu drama, prosa, dan puisi. Ketiga golongan tersebut pun juga terdiri dari berbagai jenis. Berikut ini adlaah penjelasan dari ketiga macam sastra.

  1. Drama. Drama merupakan karya sastra berupa kisah atau cerita yang dipentaskan atau ditampilkan di atas panggung. Drama sendiri terdaqpat unsur seperti dialog, pemeran, property, dan lain sebagainya. Namun drama tergolong sebagai karya sastra, jika masih ke dalam bentuk tulisan atau naskah. Tapi, jika sudah dipentaskan, akan menjadi macam karya seni. Inilah bedanya antara jenis sastra dengan jenis karya seni. Meskipun orang lebih cenderung menikmati pertunjukannya dibandingkan naskahnya.
  2. Prosa. Prosa merupakan karangan bebas yang tergolong ke dalam macam sastra. Karena masih mengandung unsure tulisan indah yang sengaja dibuat dengan berbagai nilai dan pesan yang tersirat di dalam tulisannya.
  3. Puisi. Berbeda halnya dengan prosa dan drama. Bahwa puisi lebih cenderung ke tulisan singkat, namun memiliki makna yang sangat mendalam.

Pengertian Sastra

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sastra adalah karya tulis yang jika dibandingkan dengan trulisan biasa lainnya, memiliki berbagai ciri keunggulan, keaslian, keartistikan, keindahan, isi dan ungkapan.

Karya sastra sendiri merupakan karangan yang memiliki nilai kebaikan berupa tulisan dengan bahasa yang indah penuh estetika. Sastra sendiri juga memberikan pengetahuan dan wawasan umum mengenai manusia, sosial, intelek, dengan gaya yang khas dan unik. Di mana pembaca sastra dapat menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan pengalamanan dan wawasannya, Semua kembali ke pembaca dan penikmat.

Seperti yang diungkapkan bahwa sastra dengan awalan su yang artinya baik atau indah. Sedangkan kata kesustraan dengan imbuhan ke-an adalah hal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesustraan adalah tentang tulisan yang indah penuh estetika.

Namun, akhir-akhir ini sastra sendiri mengalami pembiasan pada istilahnya. Seperti istilah sastra dengan sastrawi. dimana sastra lebih condong pada teksnya, sedangkan sastrawinya lebih condong pada nuansa abstraknya. jadi, bisa dikatakan bahwa sastrawan adalah orang yang menggeluti dunia sastrawi, bukan sastra.

Seperti yang diungkapkan oleh Wallek dan Warren bahwa sastra adalah sebuah karya seni yang memiliki cirri-ciri ciptaan, kreasi, bukan imitasi, emosi spontan, otonom, koheren, keselarasan, sintesis bertentangan, dan ungkapan dalam keseharian.

Kategori
Artikel selanjutnya

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *