Contoh Karya Ilmiah Sistem Pernapasan pada makhluk Hidup


Karya Ilmiah Sistem Pernapasan pada makhluk Hidup

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bernapas merupakan kebutuhan vital bagi manusia dan makhluk hidup pada umumnya perlu bernapas untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Bernapas adalah proses memasukan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida

B. Tujuan Penelitian
Tujuan dari karya ilmiah ini adalah
1. Pembaca dapat memahami tentang pernapasan
2. Pembaca dapat memanfaat kan karya ilmiah dimasa mendatang

C. Rumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang dan identivikasi masalah diatas, maka kami dapat mengambil perumusan masalah sebagai berikut : apa sajakah yang mempengaruhui volume pernapasan ?

D. Identifikasi Variabel
1. Variabel bebas : Belalang dan tauge
2. Variabel terikat : Volume pernapasan
3. Variabel Kontrol : berat

E. Hipotesis

Tidak hanya berat badan saja yang dapat mempengaruhi volume pernapasan.

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Volume udara pernapasan
Kelompok udara pernapasan adalah jumlah udara pernapasan yang keluar masuk melalui system pernapasan
a. Volum tidal yaitu volume pernapasan udara biasa biasanya kurang lebih 500cc -/ 500 ml.
b. Volume cadangan inspirasi /udara komplementer yaitu udara yang masih dapat dimasukan secara maksimal setelah melakukan inspirasi biasa biasanya kurang lebih 1.500cc / 1.500 ml
c. Volume cadangan ekspirasi / udara suplementer yaitu udara yang masih dapat sikeluarkan secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa besarnya kurang lebih
d. Volume residu didalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal besarnya kurang lebih 1.000cc
e. Kapasitas vital yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal besarnya kurang lebih 3.000cc

BAB III
METOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan cara mengambil dan mencatat perubahan kedudukan eosin setiap 2 menit

B. Waktu dan tempat penelitian
Penelitian dilakun ditempat laboratorium biologi SMA NEGERI 1Tanjung Bintang pada hari rabu tanggal 20 januari 2016

A. Alat-alat
1. Respirometer sederhana
2. Neraca
3. Jangkrik
4. Tauge
5. Kristal Na Oh
6. Larutan eosin
7. Plastisin / vaselin
8. Kapas
9. Pipet tetes
10. Stop watch

B. Cara kerja
1. Bungkuslah Kristal Na Oh mengunakan kapas dan masukan ke tabung respirometer
2. Timbanglah belalang yang akan dipakai untuk pratikum dan kemudian masukan belalang tersebut kedalam tabung respirometer
3. Penelitian susunan alat dan bahan pada gambar dibwah ini
4. Letakan respirometer di tempat yang datar
5. Tutuplah sambungan antara pipet dengan benjana menggunakan vaselin agar tidak bocor udaranya
6. Tutuplah ujung pipa kapilar dengan jari telunjuk selama 1-2 menit segera setelah ujung jari dilepas tetskan eosin secukupnya ujung pipa kapiler bersekala dengan menggunakan pipet usahakan cairan eosin menutup ujung pipa kapilar.
7. Amati perunahan kedudukan eosin setiap dua menit pada pipa kapilar bersekala hitung lah jarak tempuh yang ditempuh eosin setiap 2 menit
8. Hitunglah volume oksigen yang dibutuhkan belalang dalam waktu 8 menit
9. Ulangi cara kerja diatas menggunakan belalang yang berbeda beratnya
10. Tulislah hasil pengamatan dalam bentuk table

BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Data hasil penelitian
Dari hasil pengamatan yang dilakukan mendapatkan data yang disajikan dalam table berikut.
a. Pengujian

Penyelesaian
1. Apakah tujaun digunakan No OH dan dalam percobaan ?
Jawab : Untuk mengetahui apakah jangkrik dan tauge bernapas.
2. Mengapa pada percobaan terjadi perubahan kedudukan eosin ? Jelaskan
Jawab : karena jangkrik dan tauge akan terus menghirup oksigen sehingga eosin akan terus bergerak kedalam
3. Bagaimana perubahan kedudukan eosin pada setiap perubahan ?
Jawab : selalu berubah ubah
4. Apakah kesimpulanya ?
Jawab : saat diberikan bahan uji coba dengan berat berat yang sama tetapi hasil rata rata bahan percobaan berbeda itu menandakan bahwa tidak hanya berat saja yang dapat mempengaruhi besar kecilnya volume bernapas

B. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan eosin akan terus berjalan sesuai dengan besar kecilnya oksigen yang dihirup dalam respirometer ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi antara lain fakta genetic, aktivitas olah raga dan kondisi.

BAB V
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Saat diberikan bahan uji coba dengan berat yang sama tetapi hasil rata rata bahan percobaan berbesa itu menandakan bahwa tidak hanya berat saja yang dapat mempengaruhi besar kecil nya volume bernapas.

B. SARAN
Dengan adanya karya ilmiah ini diharapkan bisa membantu kegiatan belajar siswa dan dapat mengetahui lebih dalam lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *