Contoh Laporan PKL SMK Pada kantor Puskesmas


Contoh Laporan PKL SMK Pada kantor Puskesmas, download file contoh laporan puskesmas ini  DISINI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadiran tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan pratek industry di Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang.

Dalam menyusun laporan praktek industry ini,penulis banyak menerima bantuan, bimbingan dan pentunjuk dari berbagai pihak.

Untuk itu dalam kesemptan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu PUTRI ELIDA SARI,S.Pd Selaku kepala sekolah SMK YP SERDANG Tanjung Bintang
2. Bapak. BAHRUDDIN , BBA,.S,Pd. Selaku ketua pelaksana kegiatan praktek kerja industry ( PI ) SMK YP SERDANG Tanjung Bintang Lampung Selatan .
3. Bapak. DARMAWAN ,SKM.M.Kes selaku Ka.UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang
4. Bapak. selaku pembimbing Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang
5. Ibu. PUTRI ELIDA SARI,S.Pd. selaku pembimbing praktek kerja industry (PI)
6. Orang tua yang selalu mendorong dan memotivasi selama penyusun laporan kerja industry ( PI )

Penyusun menyadari bahwa laporan pada kantor puskesmas ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis membutuhkan kritik dan saran untuk membantu dalam menambah wawasan dan pengetahuan penulis.

Tanjung Bintang 22 April 2020
Penulis

M O T T O

  • KESEMPATAN BUKANLAH HAL YANG KEBETULAN. KAU HARUS MENCIPTAKANNYA.
  • TERIMALAH DIRIMU APA ADANYA. KECUALI KAMU PEMBUNUH BERANTAI
  • HIDUP ADALAH SENI MENGGAMBAR TANPA PENGHAPUS
  • JIKA KAMU INGIN HIDUP BAHAGIA,TERIKATLAH PADA TUJUAN, BUKAN ORANG ATAUPUN BENDA
  • BALAS DENDAM TERBAIK ADALAH DENGAN MEMPERBAIKI DIRIMU

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………i
LEMBAR PENGESAHAN……ii
LEMBAR PENGESAHAN INSTANSI……iii
KATA PENGANTAR………iv
MOTTO………v
DAFTAR ISI ………vi

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Pendidikan Sistem Ganda
1.2 Tujuan Pendidikan Sistem Ganda
1.3 Dasar pelaksanaan praktek industry
1.4 Fungsi Praktik Industri
1.5 Sasaran praktekindustri
1.6 Manfaat praktek industry
1.7 Tujuan pembuatan laporan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Puskesmas
B. Fungsi dan Tujuan Puskesmas
C. Pengelolaan Sumber Daya Manusia
D. Sarana Dan Prasarana

BAB III TINJAUAN TENTANG TEMPAT PKL
A. Profil Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang
B. Tugas dan Fungsi Puskesmas
C. Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas

BAB IV KEGIATAN PENGELOLAAN OBAT INSTALASI FARMASI
DI PUSKESMAS RAWAT INAP TANJUNG BINTANG
A. Seleksi

B. Perencanaan
C. Pengadaan

D. Penyimpanan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG PRAKTIK INDUSTRI

Siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan SMK dapat menganalisa sejauh mana ilmu yang di peroleh di sekolah dan dalam rangka upaya meningkatkan mutu Lulusan menengah kejuruan, calon peserta UAN dan UAS khususnya kelas 2 atau 3 diwajibkan melaksanakan Praktek Industri (PI) dan Pendidikan Sekolah Ganda ( PSG ) sesuai dengan jadwal praktek yang telah di tentukan oleh Kepala Sekolah SMK YP SERDANG Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Pada Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang yang dilaksanakan selama 2 bulan terhitung mulai tanggal 3 Februry 2020 sampai dengan 22 April 2020

1.2 PENGERTIAN PRAKTIK INDUSTRI

Pratek Industri merupakan kegiatan Praktek siswa-siswi pada dunia kerja,terkait selama jangka waktu tertentu melalui tahap pengamatan dan pelaksaan kegiatan yang nyata.

1.3 DASAR PELAKSANAAN PRAKTEK INDUSTRI

Unsur pelaksanaan Praktek Industri (PI ) yaitu :

1. Undang-Undang No.2 tahun 1989 dan peraturan pemerintah No.29 tahun 1990 tentang pendidikan menengah
2. Peraturan Pemerintah No.39 tahun 1998 tentang peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional
3. Keputusan Mendikbud No.0469/V/11992 Tentang Pendidikan Sistem Ganda Sekolag Menegah Kejuruan.

1.4 FUNGSI PRAKTEK INDUSTRI

Pengalaman Praktek Industri berfungsi

1. Wahana penerapan ketrampilan sesuai dengan program study
2. Untuk dijadikan peluang memasuki lapangan kerja
3. Meningkatkan kedisplinan dan tanggung jawab dalam melaksanakan suatu pekerjaan
4. Sebagai salah satu syarat mengikuti ujian nasional

1.5 SASARAN PRAKTEK INDUSTRI ( PI )
Sasaran Pratek Industri ( PI ) adalah siswa-siswi memiliki seperangkat :

1. Pengetahuan
2. Keterampilan
3. Sikap dan Nilai

Tujuan dari pembangunan nasional khususnya bidang kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pembangunan kesehatan memegang peranan yang amat penting dalam meningkatkan kesejahteraan manusia,dan sebagai sumber daya pembangunan.

Salah satu tempat/fasilitas pelayanan kesehatan yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat yaitu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Puskesmas menyelenggarakan upaya yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat terjangkau oleh pemerintah dan masyarakat.

Dalam sarana kesehatan puskesmas, pelayanan kefarmasian merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pelayanan kesehatan. Profesi farmasi saat ini telah mengalami perkembangan yaitu dari orientasi pada obat berubah menjadi orientasi pada pasien dengan berdasarkan pada asas Pharmaceutical Care, yaitu bentuk pelayanan dan tanggung jawab langsung profesi farmasis dalam pekerjaan kefarmasian untuk mencapai tujuan akhir yaitu peningkatan kualitas hidup pasien.

Upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat diperlukan dukungan penuh dari pihak lembaga kesehatan maupun oleh masyarakat sendiri. Dengan adanya berbagai macam penyakit yang bermunculan sekarang ini, membuat dunia kesehatan harus berfikir kreatif dan aktif dalam mengatasinya. Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat harus didukung oleh dinas terkait dengan kesehatan, pendidikan dibidang kesehatan dan lembaga yang bergerak dibidang kesehatan.

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan. Sesuai dengan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMK Muhammadiyah Gubug, yang didalamnya telah berisi muatan kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting, terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi maka muatan yang terdapat dalam kurikulum yang harus dapat teresap oleh pesrta didik dapat diaplikasikan di tempat kerja nantinya.

Dengan melalui kegiatan PKL (Praktik Kerja Lapangan) akan terwujudnya pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha/ industri dan dunia kerja, melalui kegiatan PKL ini dapat menerima peserta didik dari SMK Muhammadiyah Gubug.

Setelah mengikuti praktik kerja lapangan ini siswa mampu memahami dan mampu melakukan dan memberikan pelayanan

1.6 MANFAAT PRAKTEK KERJA INDUSTRI
1. Mengenal peran, fungsi, posisi, dan tanggung jawab seorang Tenaga Teknis di puskesmas.
2. Melakukan pekerjaan Perawat
3. Memahami pengelolaan resep di Puskesmas karangawen 1 yang meliputi alur pelayanan resep, penyimpanan resep, dan pemusnahan resep.
4. Memahami manajemen kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi di apotek Puskesmas yang meliputi perencanaan, pengadaan, pelaporan.

1.7 TUJUAN PEMBUATAN LAPORAN PRAKTEK INDUSTRI ( PI )

Adapun pembuatan Laporan ( PI ) :

1. Pemenuhan syarat mengikuti ujian nasional
2. Menambah pembendaharaan,Perpustakaan Sekolah dan menunjang peningkatan siswa angkatan selanjutnya.
3. Siswa mampu mencari alternative pemecahan masalah kejuruan seuai denagan program study pilihannya secara luas dan mendalam

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Puskesmas

Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Kesehatan Kabupaten atau Kota yang bertanggung jawab menyelanggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah (DEPKES RI, 2004). Secara nasional standar wilayah kerja puskesmas, maka tanggung jawab wilayah kerja dibagi antar puskesmas dangan memperhatikan keutuhan konsep wilayah yaitu Desa atau Kelurahanatau Dusun atau Rukun Warga (RW).

Menurut DEPKES RI 1991, definisi puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat di samping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.

Pelayanan kefarmasian pada saat ini telah berubah paradigma (paradigma adalah suatu cara pandang dan atau suatu konsep dalam pelaksanaan sepenuhnya menerapkan pengertian dan atau prinsip – prinsip pokok kesehatan) dari orientasi obat (Drug Oriented) berubah menjadi patient urasunted yaitu mengacu pada asuhan kefarmasian. Sebagai konsekuensi orientasi tersebut, apoteker/tenaga teknis kefarmasian sebagai tenaga farmasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan agar dapat berinteraksi langsung dengan pasien.

B. Fungsi dan Tujuan Puskesmas

a. Fungsi pokok puskesmas
Fungsi puskesmas, Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.128/Menkes/SK/II/2004 adalah :

1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan.

Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan oleh sektor lain, masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, serta secara aktif melaporkan dampak dari penyelenggaraan pembangunan di wilayah kerjanya terhadap kesehatan.

Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan Puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat.

Puskesmas selalu berupaya agar perorangan, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha untuk memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.

3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama.

Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, meliputi :

a. .Pelayanan kesehatan perorangan (Private Goods)
Pelayanan yang bersifat pribadi, dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan kesehatan perorangan mencakup rawat jalan dan rawat inap.

b. Pelayanan kesehatan masyarakat (Public Goods)
Pelayanan bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan
meningkatkan kesehatan publik, mencegah penyakit tanpa mengabaikan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan. Contoh pelayanan publik adalah Promosi Kesehatan, Pemberantasan Penyakit, Penyehatan Lingkungan, Perbaikan Gizi, Peningkatan Kesehatan Keluarga, Keluarga Berencana, Kesehatan Jiwa Masyarakat serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.

c. Tujuan Puskesmas
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.128/Menkes/SK/II/2004, tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional. Yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas, agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

C. Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukan pekerjaan kefarmasian di Puskesmas adalah Apoteker (UU RI No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan).
Kompetensi Apoteker di Puskesmas adalah sebagai berikut :

1. Mampu menyediakan dan memberikan pelayanan kefarmasian yang bermutu.
2. Mampu mengambil keputusan secara profesional.
3. Mampu berkomunikasi baik dengan pasien maupun profesi kesehatan lainnya dengan baik.
4. Selalu belajar sepanjang karir baik pada jalur formal maupun informal, sehingga ilmu dan keterampilan yang dimiliki selalu baru (Anonim, 2006).
Seorang Asisten Apoteker (AA) hendaknya dapat membantu pekerjaan Apoteker dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian tersebut, dan kompetensi seorang Asisten Apoteker di Puskesmas adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan resep, meliputi :

a. Mengidentifikasi resep
b. Melakukan konsultasi
c. Memastikan resep dapat dilayani
d. Menyiapkan atau meracik sediaan farmasi
e. Memeriksa hasil akhir
f. Menyerahkan sediaan farmasi kepada pasien sesuai resep disertai informasi yang diperlukan.

2. Pengelola sediaan farmasi, meliputi :

a. Menyusun perencanaan pemasaran dan menerima sediaan obat diPuskesmas
b. Memeriksa stok sediaan farmasi yang hampir habis atau menipis
c. Memeriksa dan mengendalikan sediaan farmasi yang mendekati waktu kadaluarsa.

D. Sarana Dan Prasarana

Sarana adalah tempat, fasilitas dan peralatan yang secara langsung terkait dengan kegiatan kefarmasian, Sedangkan Prasarana adalah tempat, fasilitas dan peralatan yang secara tidak langsung mendukung pelayanan. Sarana dan prasarana yang perlu dimiliki oleh Puskesmas untuk meningkatkan kualitas pelayanan adalah sebagai berikut :

a. Papan Nama “ Apotek ” yang terlihat jelas oleh pasien.
b. Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien.
c. Peralatan penunjang pelayanan kefarmasian, antara lain timbangan gram dan milligram, mortir-stamper, gelas ukur, corong, rak alat dan lain – lain.
d. Tersedia alat dan tempat untuk mendisplai informasi obat bebas dalam upaya penyuluhan pasien, misalnya untuk memasang poster, tempat brosur, leaflet, booklet dan majalah kesehatan.
e. Tersedia sumber informasi dan literatur obat memadai untuk pelayanan informasi obat, antara lain Farmakope Indonesia edisi terakhir, Informasi Spesialis Obat Indonesia ( ISO ) dan Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI ).
f. Tersedia tempat dan alat untuk melakukan peracikan obat yang memadai.
g. Tempat penyimpanan obat khusus seperti lemari es untuk suppositoria, serum dan vaksin, dan lemari terkunci untuk penyimpanan Narkotika sesuai dengan peraturanperundang-undangan yang berlaku.
h. Tersedia kartu stok untuk masing-masing jenis obat untuk pemasukan dan pengeluaran obat, termasuk tanggal kadaluarsa obat, agar dapat dipantau dengan baik.
i. Tempat penyerahan obat, yang memungkinkan untuk melakukan pelayanan informasi obat ( Anonim, 2006 ).

E. Sediaan Farmasi Dan Perbekalan Kesehatan

Sediaan farmasi adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan kosmetik. Perbekalan kesehatan adalah semua bahan selain obat dan peralatan yang diperlukan untuk menyelenggarakan kesehatan. Ruang lingkup pengelolaan farmasi di Puskesmas mencakup :

1. Perencanaan
Perencanaan adalah proses kegiatan seleksi obat dan perbekalan kesehatan untuk menentukan jumlah obat dalam rangka pemenuhan kebutuhan Puskesmas. Perencanaan kebutuhan untuk Puskesmas setiap periode dilaksanakan oleh pengelola obat dan perbekalan kesehatan di Puskesmas. Data mutasi obat yang dihasilkan oleh Puskesmas merupakan salah satu faktor utama dalam mempertimbangkan perencanaan kebutuhan obat tahunan.

Dalam proses perencanaan kebutuhan obat per tahun, Puskesmas diminta menyediakan data pemakaian obat dengan menggunakan LPLPO fungsinya yaitu Analisis Penggunaan, Perencanaan Kebutuhan, Pengendalian Persediaan Dan Pembuatan Laporan Pengelolaan Obat.

2. Permintaan Obat atau Pengadaan
Permintaan atau pengadaan obat adalah suatu proses pengumpulan dalam rangka menyediakan obat dan alat kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di Puskesmas.

Tujuan permintaan obat adalah memenuhi kebutuhan obat dimasing-masing unit pelayanan kesehatan sesuai dengan pola penyakit di wilayah kerjanya ( Anonim, 2003 ).

Untuk pengadaan, pada awalnya dibuat surat pesanan oleh Asisten Apoteker atau Apoteker berupa LPLPO, yang kemudian ditanda tangani oleh kepala Puskesmas yang bersangkutan. LPLPO dibuat sebanyak 3 rangkap, 1 lembar untuk Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota setempat, 1 lembar untuk Gudang Farmasi dan 1 lembar sebagai Arsip. LPLPO dikirimkan pada setiap akhir bulan dan permintaan barang akan diterima pada setiap awal bulan.

3. Penyimpanan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan pengamanan terhadap obat – obatan yang diterima agar aman, terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin.

Tujuan penyimpanan adalah agar obat yang tersedia di unit pelayanan kesehatan mutunya dapat dipertahankan.

4. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan pengeluaran obat dan penyerahan obat secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan obat sub unit pelayanan kesehatan seperti kamar obat, laboratorium, pustu, pusling, dan posyandu
Tujuan distribusi adalah memenuhi kebutuhan obat sub unit pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas dengan jenis, mutu, jumlah, dan tepat waktu.

BAB III
TINJAUAN TENTANG TEMPAT PKL

A. Profil Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang

1. Sejarah puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang
Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang merupakan puskesmas rawat inap yang buka selama 24 jam. Pertama kali berdiri sebagai puskesmas rawat jalan pada tahun 1970, kemudian pada tahun 1980 dengan luas tanah 69x47m2 yang dikembangkan menjadi puskesmas dengan rawat inap. Luas wilayah kerja puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang yaitu 12.653KM. Pembagian wilayah kerja puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang terdiri atas 6 desa dengan 31 dusun dan 229RT dan 59RW. Kondisi geografisnya yaitu daerah tanah sawah 583 Hektar, terdiri dari 6 desa dan daerah tanah kering 1969,7 Hektar. Sedangkan sarana komunikasi dari Puskesmas Rawat Inap Tanjung Bintang keluar yaitu lewat telephon dan alamat e-mail.

B. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Puskesmas Tanjung Bintang adalah sebagai berikut:
– Kepala Puskesmas :
– Ka Subbag Tata Usaha :
– SP3 :
– Bendahara Penerima :
– Bendahara Pengeluaran :
– Bendahara Barang :
– Unit Pelayanan Kesehatan :
– Unit Pelayanan KIA :
– Unit Pelayanan Gizi :
– Unit P2P :
– Unit Kesehatan Lingkungan :
– Unit Promosi Kesehatan :

C. Tugas dan Fungsi Puskesmas

1. Tugas Puskesmas
Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

2. Fungsi Puskesmas
Puskesmas menyelenggarakan fungsi:
Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya :
1. Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
2. Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
3. Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan;
4. Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait;
5. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis masyarakat;
6. Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia puskesmas
7. Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan;
8. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan pelayanan kesehatan; dan
9. Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat, termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.
10. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya :
11. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif, berkesinambungan dan bermutu;
12. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif;
13. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
14. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien, petugas dan pengunjung;
15. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi;
16. Melaksanakan rekam medis;
17. Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses pelayanan kesehatan;
18. Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan;
19. Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah kerjanya; dan
20. Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem rujukan.

D. Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas

Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.

Pengaturan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas bertujuan untuk:
1. Meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian
2. Menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian dan
3. Melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien (patient safety).

Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas meliputi standar:
1. Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai dan
2. Pelayanan farmasi klinik

BAB IV
KEGIATAN PENGELOLAAN OBAT INSTALASI FARMASI
DI PUSKESMAS RAWAT INAP TANJUNG BINTANG

A. Seleksi

Seleksi merupakan tahapan penyeleksian perbekalan farmasi yang dibutuhkan oleh instalasi farmasi.

B. Perencanaan

Perencanaan adalah pembuatan usulan kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan kepada subbindal farmasi Kabupaten Demak untuk disediakan dan diadakan guna pelayanan di puskesmas (untuk obat dropping).

Tujuan perencanaan adalah :
1. Perkiraan jenis dan jumlah obat dan perbekalan kesehatan yang mendekati kebutuhan.
2. Meningkatkan penggunaan obat secara rasional.
3. Meningkatkan efisiensi penggunaan obat.

Perencanaan di lakukan dengan cara :
1. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk pembuatan usulan yaitu :
a. Data pemakaian periode sebelumnya.
b. Data sisa persediaan yang ada.

2. Membuat daftar usulan kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan tersebut diatas.
3. Mengajukan data usulan kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan subbindal farmasi Kabupaten Demak.

C. Pengadaan
Pengadaan adalah suatu proses pengusulan dalam rangka menyediakan obat dan alat kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di puskesmas.

Pengadaan di bagi menjadi dua yaitu:

1. Dropping

Dropping adalah kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang telah direncanakan dan disetujui oleh kepala puskesmas kepada subindal farmasi farmasi Kabupaten Demak.
Tujuan dari dropping adalah untuk mendapatkan sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan kebutuhan di puskesmas.

Dropping di lakukan dengan cara :
a. Merekap pengeluaran penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan di kamar obat selama satu bulan.
b. Mengumpulkan LPLPO (laporan pemakaian dan lembar permintaan obat) sub unit dan telah di tanda tangani oleh Kepala Puskesmas
c. Menjumlah pengeluaran sediaan farmasi dan alat kesehatan di kamar obat/apotek/instalasi farmasi dan dari sub unit.
d. Memasukkan pengeluaran penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan ke LPLPO puskesmas di kolom permintaan.
e. Kepala instalasi farmasi mengirim LPLPO ke subbindal farmasi Kabupaten Demak paling lambat tanggal 5.
f. Obat dikirim oleh subindal farmasi kabupaten Demak ke Puskesmas kurang lebih dalam waktu satu minggu.
g. Setelah obat datang, obat masuk dalam gudang dan ditulis dalam kartu stok gudang obat.

2. Non dropping
Non dropping adalah kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan di Puskesmas Karangawen 1 di luar dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak.
Tujuan dari nondropping adalah untuk melengkapi kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan di Puskesmas Karangawen 1 terutama untuk pasien rawat inap.

Non dropping di lakukan dengan cara :
a. Mencatat persediaan obat dan alat kesehatan yang akan dipesan.
b. Membuat surat pesanan berdasarkan kebutuhan dan sesuai dengan standar obat yang berlaku di Puskesmas Karangawen 1.
c. Menghubungi distributor untuk menyediakan dan mengirimkan pesanan yang di minta.
d. Menghubungi distributor lain apabila ada kekosongan barang pada distributor sebelumnya.
Untuk kebutuhan obat non dropping, apotek Pukesmas Tanjung Bintang melakukan order obat melalui distributor atau apotek yang lain seperti apotek Rahayu. Distributor yang sering bekerjasama dengan instalasi Farmasi Puskesmas Tanjung Bintang

D. Penyimpanan
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dangan cara menempatkan obat – obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat.

Tujuan dari penyimpanan adalah untuk mengatur dan menertibkan penyimpanan sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan kondisi yang tepat sesuai dengan syarat – syarat yang telah di tentukan meliputi tempat, suhu, kelembaban dll.

Sehingga dalam penyimpanan dalam kurun waktu tertentu tidak terjadi perubahan stabilitas, kualitas, dan fungsi dari sediaan farmasi dan alat kesehatan.

Penyimpanan obat dan alat kesehatan di Puskesmas Karangawen 1 di simpan berdasarkan bentuk sediaan, jenis barang dan diurutkan secara alphabetis.

Untuk sediaan yang berbentuk suppositoria disimpan dalam lemari pendingin untuk menjaga bentuk sediaan supaya tidak meleleh seperti :
a) Pamol sup 125mg/250mg
b) Stesolid Rectal (diazepam Rectal)
c) ATS(Anti Tetanus Serum)
d) Anti hemoroida sup
e) ABU(Abu Bisa Ular)
f) Dulcolax sup

sediaan yang berbentuk tablet,kapsul,sirup dan injeksi disimpan dalam gudang obat, sedangkan untuk sediaan larutan infus disimpan di apotik rawat inap,seperti:

ringer laktat, natrium klorida, asering, glukosa 5% dan HES.
Ada beberapa sistem yang digunakandalam penyimpanan obat diPuskesmas Tanjung Bintang :
1.FIFO ( first in first out )
Artinya : obat yang datang pertama kali harus dikeluarkan terlabih dahulu.

2.FEFO (first expired first out )
Artinya : obat yang lebih awal kadaluwarsa harus dikeluarkan terlebih dahulu.

3.Berdasarkan urutan abjad.

4.Berdasarkan golongan obat.
Bila barang tersebut kadaluwarsa maka barang tersebut dipisahkan dari barang yang lain, kemudian dikembalikan ke subbindal farmasi Kabupaten Demak untuk barang dropping dan untuk barang non dropping dikembalikan ke distributor.

E. Distribusi
Distribusi adalah kegiatan pengeluaran dan penyerahan secara merata dan teratur untuk memenuhi kebutuhan sediaan farmasi dan alat kesehatan di ruang pelayanan dan kepada pasien baik rawat jalan maupun rawat inap.
Tujuan dari distribusi diantaranya:

1) .Untuk menunjang kelancaran sediaan farmasi dan alat kesehatan kepada unit – unit pelayanan.
2) Terlaksana pengiriman obat secara merata dan teratur.
3) Terjamin kecukupan dan terpeliharanya penggunaan obat.
4) Terlaksana pemerataan kecukupan obat sesuai kebutuhan pelayanan dan program kesehatan

Distribusi ditujukan ke :

1. Unit – unit pelayanan ( Dari Gudang)

a. Pelayanan di luar Puskesmas ,
Meliputi Puskesmas Pembantu Pundenarum, PKD Bumirejo, PKD Brambang, PKD Kuripan, PKD Karangawen, PKD Sidorejo, PKD Pundenarum.
b. Pelayanan di dalam puskesmas
Meliputi Apotek Rawat Inap, Laboratorium, KIA, IGD, PONED, BP, BP Gigi.

2. Pelayanan Pasien ( Dari Kamar Obat)

Pasien rawat jalan
Pasien rawat jalan dengan sistem ID ( Individual Prescribing ).
Pelayanan obat pasien rawat jalan adalah sebagai berikut :
a. Dokter menulis resep sesuai kebutuhan terapi pada lembar resep.
b. Menyerahkan resep kepada pasien.
c. Pasien meletakan resep pada tempat resep yang telah disediakan diapotek.
d. Petugas mengambil resep membaca resep dengan cermat dan teliti.
e. Petugas menyiapkan, meracik obat, dan memberi etiket. Petugas menyerahkan obat kepada pasien disertai dengan pemberianinformasi tentang obat yang diberikan.
f. Petugas mencatat resep kedalam buku harian resep.
b. Pasien rawat inap

Pasien rawat inap dengan sistem UUD ( unit dose dispensing).
Pelayanan pasien rawat inap adalah sebagai berikut :

a. Dokter menulis resep sesuai dengan kebutuhan terapi pada kartu obat pasien obat masuk dalam sistem informasi obat paling lambat jam 10.00 WIB.

b. Di luar obat dropping ( di luar SIO) harus mendapat persetujuan dari pasien atau keluarganya.

c. Kartu obat pasien diserahkan ke perawat yang bertugas.

d. Perawat menyerahkan kartu obat ke instalasi farmasi.

e. Petugas instalasi farmasi menerima dan meneliti kelengkapan kartu obat serta melakukan monitoring obat setiap pasien.

f. Meminta persetujuan kepada pasien atau keluarganya untuk obat beli atau bukan dropping.

g. Menyiapkan obat untuk kebutuhan pasien per hari per satuan dosis pemakaian yaitu sore, malam, besok pagi, dan siang hari berikutnya.

h. Serah terima obat dengan perawat pada pukul 12.30 – 13.30 WIB.
Bila ada hal yang kurang jelas atau meragukan, petugas mengkonfirmasi kepada dokter penulis resep.

i. Permintaan obat di luar waktu kerja shif pagi, perawat menghubungi petugas farmasi dan mengambil obat sesuai permintaan dengan menggunakan kartu obat.

F. Pengawasan obat

Pengawaan obat merupakan salah satu tugas dari kepala instalasi farmasi. Kepala instalasi farmasi wajib melaksanakan pengawasan obat-obatan baik yang diterima, disimpan maupun yang di distribusikan.

Tujuan dari pengawan obat adalah untug mencegah terjadinya kesalahan dan ketidaksesuaian antara obat yang diterima, disimpan dan dikeluarkan oleh puskesmas.

Ruang lingkup pengawasan obat di Puskesmas Karangawen 1 meliputi :
1) Kegiatan penerimaan dan penyimpanan obat.
2) Penggunaan obat-obat sub unit.
3) Distribusi dan penyerahan obat baik untuk rawat jalan maupun rawat inap.

G. Pelayanan obat

Pelayanan obat adalah proses kegiatan yang meliputi aspek teknis dan non teknis, mulai mengerjakan resep sampai menyerahkan obat kepada pasien.
Tujuan dari pelayanan obat adalah agar pasien mendapatkan obat sesuai dengan resep dokter dan mendapatkan informasi bagaimana cara penggunaan obat.

Pelayanan obat meliputi :
1) Pemahaman resep, meliputi : usia, jenis kelamin, jenis obat yang diberikan, aturan pakai obat.

2) Menyiapkan obat.

3) Pengemasan dan pemberian etiket, meliputi:
Jumlah obat yang diminum pasien dengan jelas
Waktu minum obat pasien harus jelas
Nama pasien harus tepat dan jelas

4) Penyerahan dan pemberian informasi obat.

H. Pengelolaan Administrasi

Administrasi adalah rangkaian aktifitas pencatatan, pelaporan, pengarsipan dalam rangka penatalaksanaan pelayanan kefarmasian yang tertib dan baik untuk sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan maupun pengelolaan resep supaya lebih mudah dimonitor dan di evaluasi.
Administrasi obat di Puskesmas Karangawen 1 merupakan tanggung jawab apoteker di bantu tenaga teknik kefarmasian dan pembantu umum dalam pembukuan dan laporan.

1. Buku catatan

a. Buku Barang Habis
Buku ini digunakan untuk mencatat obat yang habis

b. Kartu Stok
Kartu stok merupakan kartu yang berfungsi untuk mengetahui jumlah barang yang masuk dan keluar. Kartu stok berisi nama barang, satuan pengeluaran, sumber dana, tanggal, nomor dokumen/pengeluaran, penerimaan, pengeluaran, sisa dan paraf.

c. Buku Rekap Obat Pasien Harian ( Dropping )
Buku ini mencatat jumlah pengeluaran obat, nama pasien, jenis dan jumlah obat setiap harinya.

d. Buku Rekap Obat Pasien Harian ( Non Dropping )
Buku ini mencatat jumlah pengeluaran obat beli setiap harinya.

e. Buku Pembelian Obat
Pembelian di Puskesmas Karangawen 1 termasuk pembelian cash (pembayaran yang dilakukan saat barang datang) dan kredit (pembayaran yang dilakukan dengan jangka waktu dua puluh satu sampai tiga puluh hari ).

f. Buku Rekap Bulanan
Buku ini mencatat jumlah pengeluaran obat dalam satu bulan.

g. Buku Jumlah Kunjungan
Buku ini mencatat jumlah kunjungan pasien rawat jalan, askes, askeskin, dan UKS.

h. Buku Pengeluaran Obat Narkotik dan Psikotropik
Buku ini mencatat jumlah pengeluaran obat narkotik atau psikotropik, nama pasien, jenis dan jumlah obat yang dikeluarkan setiap harinya.

i. Buku Obat Gudang
Buku ini mencatat jumlah obat atau alkes yang dikeluarkan dari gudang obat.

j. Buku Penerima Obat
Buku ini mecatat nama obat atau alkes, jumlah obat atau alkes, no batch, ED obat atau alkes yang diterima dari gudang obat.

k. Buku Pengeluaran obat atau alkes ke unit pelayanan yang lain (BP, BP Gigi, IGD, KIA, PONED, Laboratorium).

Buku ini mencatat jumlah obat atau alkes yang dikeluarkan dari apotek rawat jalan atau apotek rawat inap ke unit pelayanan yang lain (BP, BP Gigi, IGD, KIA, PONED, Laboratorium).

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Setelah kami melaksanakan Praktek Kerja Lapangan Di Puskesmas Tanjung Bintang, yang dimulai pada tanggal 13 Februari2020 sampai dengan 22 April 2020, kami mendapatkan banyak ilmu tentang bagaimana cara memberikan pelayanan – pelayanan kefarmasian dengan pendekatan Pharmaceutical Care yang ada di Puskesmas Tanjung Bintang yang meliputi :

1. Bagaimana melakukan Pekerjaan Kefarmasian.
2. Memahami manajemen pengelolaan perbekalan farmasi di Puskesmas Tanjung Bintang.
3. Sistem pengelolaan obat di Puskesmas Tanjung Bintang berjalan dengan baik sehingga semua kegiatannya saling berhubungan dan saling mempengaruhi terhadap kegiatan lainnya, sehingga data efisiensi obat yang ada di Puskesmas Tanjung Bintang.
4. Sistem pengadaan obat di apotek Puskesmas Tanjung Bintang berdasarkan LPLPO yang dikirim ke Dinas Kesehatan.
5. Sumber daya manusia di Puskesmas Tanjung telah mempunyai skill, totalitas dan loyalitas yang baik.
6. Puskesmas aktif dalam menyelenggarakan upaya–upaya kesehatan dan penyuluhan–penyuluhan dilingkungan masyarakat di wilayah kerjanya sehingga sebagian besar kegiatan di Puskesmas Tanjung Bintang lebih banyak di habiskan diluar ruangan.

B. Saran

1. Penggunaan kartu stok perlu di tulis di setiap keluarnya obat dan harus di cek kembali supaya tidak terjadi kekeliruan.
2. Perlu di tingkatkan kerja sama antara apoteker, tenaga teknis kefarmasian dan karyawan lainya.
3. Perlu adanya penambahan alat kesehatan yang lebih mamadai untuk menunjuang berlangsungnya pelayanan kesehatan di puskesmas Karangawen 1.
4. Disarankan kepada dokter penulis resep di Puskesmas Tanjung Bintang agar menulis resep dengan jelas dan lengkap supaya pasien mendapat pelayanan obat secepat mungkin dan dapat terhindar dari kesalahan membaca resep oleh farmasis.

DAFTAR PUSTAKA

  • Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Modul Pelatihan Pengelolaan Obat Publik dan Perkenalan Kesehatan Lainya Bagi Petugas Pengelolan Obat di puskesmas Dinas Kesehatan (2004).
  • Dinas Kesehatan Provinsi Jawa tengah. Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas. Departemen Kesehatan RI. Jakarta : 2004.
  • Direktorat Bina Farmasi. Pedoman Pelayanan Kefarmasian di puskesmas. Departemen Kesehatan RI 2007.
  • https://azzahra-official.com/contoh-laporan-pkl-smk-pada-kantor-puskesmas
  • Anonim, 2004, Pengertian Puskesmas, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *