Contoh Laporan PSG Pendidikan Sistem Ganda


Berikut contoh laporan PSG Pendidikan sistem ganda SMK, Untuk lebih lengkapnya lagi kalian bisa download file laporan ini DISINI

MOTTO

  • Kegagalan adalah kunci dari keberhasilan
  • Keberhasilan tidak akan pernah bisa diraih tanpa ada kerja keras
  • Kesabaran adalah kunci kesuksesan
  • Siapa yang melalui jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan

baginya kesurga dan Malaikat akan melentangkan sayap-Nya menaungi para pelajar senang dengan perbuatan mereka.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang maha Esa yang telah memberi rahmat serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan pendidikan sistem ganda (PSG) di Unit pengelola Kegiatan (UPK) Tanjung Bintang Lampung Selatan.

Dalam menyusun tugas laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini, kami banyak menerima bantuan, bimbingan dan petunjuk dari berbagai pihak.
Untuk ini, dalam kesempatan kami ingin mengucapkan terimakasih kepada:

  1. Allah SWT, karna telah memberikan kesehatan kepada kami, sehingga kami dapat melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda.
  2. Bapak AGUS SETIONO,S.Kom selaku ketua UPK Kecamatan Tanjung Bintang.
  3. Bapak FAJAR SATRIA, A.Md selaku bendahara UPk Kecamatan Tanjung Bintang.
  4. Bapak DONI ISWOYO,S.Pd selaku sekretaris UPK Kecamatan Tanjung Bintang.
  5. Ibu SUYANTI,S.Pd selaku BP-UPK Kecamatan Tanjung Bintang.
  6. Bapak dan Ibu pelaku PNPM-Mpd yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu di kantor UPK Kecamatan Tnjung Bintang.
  7. Bapak Ir.Hi.SUPONO selaku Kepala sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro Kecamatan Tanjung Bintang.
  8. Ibu Tri Kurnianingsih,A.md selaku pembimbing dari sekolah Menengah kejuruan (SMK) Diponegoro Kecamatan Tanjung Bintang.
  9. Bapak SUPARJO,S.E selaku ketua pelaksana dari Sekolah menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro Kecamatan Tanjung Bintang.
  10. Bapak dan Ibu Dewan Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro Kecamatan Tnjunga Bintang.

Kami menyadari laporan ini masih banyak kekurangan, untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran untuk membantu dalam menambah wawasan dan pengetahuan kami.

Akhirnya kami berharap semoga laporan Praktek Kerja Industri ini dapat bermanfaat untuk Siswa/I SMK Diponegoro khususnya dan pembaca umumya.

Tanjung Bintang, 31 Maret 2020

penulis

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Pendidikan Sistem Ganda merupakan salah bentuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi para siswa yang memadukanan antara pendidikan disekolah dengan pendidikan di dunia perkantoran yang diperoleh dengan melalukan praktek kerja secara langsung dan terarah untuk menambah keahlian tertentu.

Tujuan kegiatan ini dilaksanakan salah satu bentuk penerapan teori yang didapat dibangku sekolah dan dilaksanakan diperusahaan/dinas instansi pemerintah. Kegiatan ini pula dapat memupuk disiplin kerja dan profesionalisme dalam bekerja agar dapat mengenal dunia atau lingkungan kerja yang akan bermanfaat bagi siswa/i saat setelah menyelesaikan Pendidikan Sisten Ganda (PSG). Selain itu, Pendidkan Sisten Ganda (PSG) ini juga penting untuk diikuti oleh siswa/i mengingat kebutuhan saat ini bukan hanya sekedar ilmi-ilmu yang sifatnya terotis,melainkan juga diperlukan suatu kegiatan yang dapat menambah ilmu-ilmu yang didapat ketika melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

UPK adalah Unit Pengelola Kegiatan yang dibentuk oleh Masyarakat Antar Desa (MAD) untuk mengelola dana  Bantuan Langsung Masyarakat(BLM)-PPK yang dapat dialokasikan untuk berbagai jenis kegiatan yang mencakup kegitan sarana/prasarana pendidikan, sarana/prasarana kesehatan, UEP, dan SPP (dana bergulir). Melalui bimbingan serta kerja keras Fasilitator Kecamatan, KM Kab, TPK Desa FD dan pihak-pihak lain yang terkait demi suksesnya PNPM-PPK UPK Kecamatan Tanjung Bintang mempunyai peranan yang sangat penting didalam melaksanakan kelancara dan kesuksesan program pembangunan kecamatan (PPK) yang akan datang. Oleh karena itu,UPK Tanjung Bintang disebut ‘Ujung Tombak’dalam perjalanannya selama ini telah mewujudkanfungsi kerja dan impian masyarakat Kecamatan Tanjung Bintang.

Unit Pengelola Kegiatan memiliki beberapa petugas yang mempunyai tugas masing-masing yaitu, Ketua UPK, Bendahara UPK, Sekretaris UPK, Penasehat Pinjaman dan Tim verifikasi.

Pada saat ini dalam melayani kelompok pemohonan dana sudah berjalancukup baik,pada pendaftaran calon pemohonan dana, pemberian dana, pemberian dana dan Pengembalian dana, serta dalam hal memverifikasi/penilaian kelompok pemohonan, sampai pada tahap pemberian pem layak usulan kegiatan kelompok pemohonan.

Dengan mengikuti Praktik Kerja Lapangan ini, penulis menyimpulkan bahwa ada suatu masalah kantor UPK, yaitu dalam bagian verifikasi, penilaian dan pengambilan keputusan penetuan calon kelompok pemohonan dana yang mengajukan permohonan usulan dana yang layak diterima atau ditolak yang mempunyai kriteria- kriteria yang telah ditentukan, meskipun telah ada metode/cara penilaian yang digunakan pada kantor tersebut, tetapi metode/cara yang berjalan masih ada kekurangan yang menyebabkan petugas bagian tim verifikasi mengalami kesulitan, dikarenakan mereka harus menilai dan meverifikasi kelompok pemohonan dana yang cukup banyak dan dalam hal penilaian para petugas masih menggunakan teknik penafsiran sendiri sehingga dalam hal verifikasi sering terjadi keputusan yang tidak konsisten, terjadinya kemungkinan kolusi antara kelompok calon pemohon dana dengan petugas UPK serta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengeluarkan hasil verifikasi yaitu selambat-lambatnya satu minggu dari proses verifikasi. Berikut beberapa kekurangan dan kondisi yang terjadi pada saat ini dalam hal verifikasi kredit yaitu proses persetuan permohonan dana membutuhkan waktu yang cukup lama, biaya pemprosesan yang tinggi, keputusan yang tidak konsisten karena adanya evaluasi secara jugdemental, dan perlakuan yang tidak seragam terhadap kelompok permohonan dana.

Untuk menyeselasikan masalah yang ada dikantor UPK di Tanjung Bintang Lampung Selatan serta untuk memperbaiki pelayanan masyarakat, maka diperlakukan pembangunan sistem informasi dan sistem pendukung pengambilan keputusan yang bisa mempermudah petugas verifikasi dalam hal memverifikasi, dan menilai kelayakan suatu pemohnan dana untuk menerima dana bantuan dengan suatu metode sistem pendukung keputusan (SPK). Maka dengan solusi ini diharapkan akan memberikan keuntungan dan kemudahan bagi pihak kantor UPK yaitu, otomatisasi yang tinggi terhadap proses permohonan dana,reson pada kelompok pemohonan dana dapat dikurangi menjadi lebih cepat,pengambilan, keputusan yang konsisten, objektif dan kuantitatif, serta mengurangi biaya – biaya operasional.

1.2 Tujuan Dan manfaat PSG

1.2.1 Tujuan PSG

Adapun Tujuan Pendidikan Sistem Ganda pada Unit Pengelola Kegiatan Tanjung Bintang antara lain:

  • Sebagai salah satu syarat dan kewajiban siswa/i untuk dapat mengikuti UN/UAS
  • Penerapan teori yang didapat dibangku sekolah dan dilaksanakan diperusahaan/ dinas instansi
  • Menambah informasi dalam rangka peningkatan mutu sekolah
  • Adanya perubahan sikap mental terhadap siswa/i
  • Meningkatkan kedisplinan dan tanggung jawab dalam melaksanakan suatu pekerjaan
  • Menghasilkan lulusan-lulusan yang berkomputen dan memiliki tingkat keprofesionalan yang tinggi,etos kerja, ketramplan dan pengetahuan yang tinggi.

1.2.2 Manfaat PSG

Adapun manfaat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)pada unit pengelolaan Kegiatan Tanjung antara lain:

  • Dengan Pendidkan Sistem Ganda (PSG) siswa/i dapat mengenal langsung lingkungan kerja dierusahaan tersebut.
  • Menambah pengetahuan kerja secara praktik bagi siswa/i yang melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
  • Untuk mengetahui kegiatan-keiatan yang ada pada Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Tanjung Bintang Lampung Selatan.

1.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data yang diperlukan sebagai bahan penulisan laporan ini penulisan menggunkan metode pengumpulan data :

1. Wawancara

Teknik wawancara merupakan salah satu dalam penelitian ilmiah berupa penggunaan proses komunikasi verbal untuk mengumpullkan informasi dari seoraang sumber. Wawancara yang dilakukan dengan pihak yang berkaitan,misalnya skretaris, tim verifikasi, bendahara dan juga ketua UPK. Hal ini dimaksudkan untuk mencari nformasi tentang sistem yang sedang berjalan, kelemahan sistem, serta kebutuhan dari pemakai aplikasi.

2. Observasi

Siswa/i memporoleh data dengan mengamati kegiatan yang ada pada kantor Unit Pengelolaan Kegiatan (UPK) Tanjung Bintang Lampung Selatan.

3. Studi Keputakaan

Data yang diperoleh siswa/i dengan cara mempelajari, meneliti dan menelaah berbagai literature dari perpustakaan yang bersumber dari buku- buku, jurnal ilmiah, situs internet, dan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan terdiri dari :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dibahas secara umum tentang latar belakang PSG, tujuan, waktu dan tempat PSG, manfaat, metode pengumpulan data dan sistematatika penulisan laporan.

BAB II TINJAUAN UMUM ORGANISASI

Berisi umum Kantor Unit Pengelolaan Kegiatan Tanjung Bintang yang berisi sejarah, tugas, fasilitas yang ada pada Kantor Unit Pengelolaan Kegiatan Tanjung Bintang Lampung Selatan.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi kegiatan penulisan,alur sistem, kendala yang dihadapi serta solusi untuk menyelesaikan kendala saat melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada Kantor Unit Pengelolaan Kegiatan Tanjung Bintang Lampung Selatan.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang penuls berikan setelah melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) pada Unit Pengeloela Kegiatan Tanjung Bintang Lampung Selatan.

BAB II
TINJAUAN UMUM ORGANISASI

2.1 Sejarah Singkat Organisasi

PNPM atau Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat berdiri pada tahun 2007 sekarang sidah diresmikan menjadi Unit Pengelola Kegiatan sejak tahun 2014. Lembaga yang berfungsi sebagai pengelola dana bergulir dan sebagai lembaga pemberdayaan masyarkat.

Peran UPK adalah sebagai unit pengelola kegiatan antar desa. Pengurus UPK sekurang-kurangnya terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, Tim Penasehat Pinjaman, Tim verif ikasi,

UPK adalah Unit Pengelola Kegiatan yang dibentuk oleh Masyarakat Antar Desa (MAD) untuk mengelola dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM)-PPK yang dapat dialokasikan untuk berbagai jenis kegiatan yang mencakup kegiatan sarana/prasarana pendidikan, sarana/prasarana kesehatan,UEP, dan SPP (dana bergulir).

Melalui bimbingan serta kerja keras Fasilitator Kecamatan,KM Kab, TPK Desa,FD dan pihak-pihak lain yang terkait demi suksesnya PNPM-PPK,UPK Kecamatan Tanjung Bintang mempunyai peranan yang sangat penting didalam melaksanakan dan kesuksesan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang akan datang. Oleh karena itu, UPK Tanjung Bintang disebut “Ujung Tombak” dalam perjalanannya selama ini telah mewujudkan fungsi kerja dan impian masyarakat Kecamatan Tanjung Bintang.

2.2 Strutur Organisasi

Gerak majunya perusahaan menuntut adanya keterpanduan antara sistem organisasi dengan sistem manajemen. Hal ini berkaitan dengan kebijaksanaan atau peraturan mencapai hasil produksi yang baik dan efektif. Keadaan ini perlu didukung oleh organisasi yang mantap. Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi batasi.

STRUKTUR ORGANISASI UNIT PENGELOLA KEGIATAN (UPK) TANJUNG BINTANG

2.3 Tata Kerja Organisasi

2.3.1 Disiplin Kerja

  • Menggunakan sistem 5(lima) hari kerja.
  • Absen masuk dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB dan absen pulang pada pukul 16.00 WIB.
  • Pakaian kerja seragam dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Tanjung Bintang mulai baju sampai celana.
  • Wajib menggunakan sepatu
  • Setiap karyawan harus menjaga kebersihan.
  • Setiap karyawan dilarang merokok setiap bekerja.

2.3.2 Sarana dan Prasarana

Sarana

  • Telepon
  • Kursi
  • Meja
  • Computer
  • Peralatan Kerja

Prasarana

  • Ruang Makan
  • Ruang Brifieng
  • Ruang Meeting
  • Ruang Sholat
  • Kamar Mandi
  • Area Khusus Merokok

2.3.3 Data Kepegawaian

Tabel 1. Data Pegawai Unit Pengelola Kegiatan Tanjung Bintang Lampung Selatan 2020

2.3.4 Uraian Tugas

Tugas dari masing-masing jabatan di Unit Pengelolaan Kegiatan Tanjung Bintang, yaitu :

1. Ketua UPK

Ketua adalah penanggung jawab operasional kegiatan UPK.
Uraian Tugas dan Tanggung jawab:

  • Memastikan terjadinya pengendalian biaya operasional sesuai anggaran
  • Memastikan dilaksanakannya mekanisme dan prosedur pengelolaan keuangan dan kegiatan
  • Memastikan pelaksanaan fungsi pembukuan/pencatatan transaksi keuangan
  • Melakukan otoritas terhadap penerimaan dan pengeluaran keuangan di UPK
  • Melakukan Verifikasi dan Veridasi atas laporan keuangan
  • Menyetujui rencana pengadaan/pembelian inventaris dan administrasi kantor
  • Menandatangi surat-surat laporan
  • Memberikan arahan dan penerapan kepemimpinan dalam pengelolaan UPK
  • Fungsi hubungan masyrakat
  • Melakukan pengecekan data rekening yang disampaikan oleh bendahara
  • Membubuhkan No Sandi pada Surat Perjanjian Kredit dengan kelompok sebagai bukti syahnya pengucuran pinjaman.

2. Skretaris UPK

Sekretaris adalah penanggung jawab atas segala kearsipan dokumen.
Uraian tugas dan tanggung jawab:

  • Merencanakan dan melakukan pembelian/pengadaan administrasi kantor
  • Mengelola dokumen dan arsip keuangan (selain buku kas, buku bank, dan buku rekening) serta dokumen non keuangan seperti surat-surat, berita acara dan notulen musyawarah,dll
  • Mengelola inventaris dan asset kantor lainnya (selain kas,bank dan piutang)
  • Membantu bendahara dalam membuat laporan keuangan dengan melakukan input transaksi keuangan kedalam aplikasi/program dari catatan transaksi pada buku kas dan buku bank yang sudah dibuat oleh bendahara
  • Bertindak sebagai humas bila ketua berhalangan bertanggung jawab terhadap pengelolaan papan informasi
  • Melakukan pembinaan administrasi di kelompok.

3. Bendahara UPK

Bendahara adalah orang yang bertanggung jawab mengelola manajemen keuangan dan bertanggung jawab atas segala pembiayaan baik fisik maupun ekonomi produktif.

Uraian tugas dan tanggung jawab:

  • Melaksanakan fungsi penerimaan dan penyaluran Dana Bergulir
  • Melakukan catatan transaksi keuangan, khusunya transaksi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas maupun Bank
  • Melakukan perhitungan terhadap saldo kas dan Bank pada setiap penutupan transaksi
  • Membuat rekonsiliasi bank pada setiap penutupan transaksi/tutup buku bulanan
  • Pada akhir bulan, membuat laporan keuangan UPK terkait dengan Dana Bergulir
  • Melakukan pembinaan terkait pembukuan dan pelaporan keuangan
  • Membuat perencanaan keuangaan dan anggaran
  • Pemegang semua rekening bank
  • Memverifikasi dan memberikan saran kepada ketua tentang situasi dan mengatur efektifnya pengaman kekayaan, rekening bank atas nama UPK
  • Mengadministrasikan bukti transaksi secara baik dan sesuai dengan jenis transaksinya bersama sekretraris.

4. Tim Verifikasi UPK

Tim verifikasi adalah tim yang dibentuk dari anggota masyarakat atau dinas terkait yang memiliki keahlian khusus baik dibidan teknik prasaran,dan pelatihan ketrampilan masyarakat sesuai usulan yang diajukan dalam musyawarah desa perencanaan. Peran tim verifikasi adalah melakukan pemeriksaan serta penilaian usulan kegiatan semua desa.

Uraian Tugas dan Tanggung Jawab:

  • Memeriksa kelengkapan dokumen yang diajukan setiap desa
  • Melakukan observasi lapangan untuk memriksa kesesuaian yang ditulis dalam usulan dengan fakta dilapangan
  • Memeriksa kesesuaian usulan dengan criteria dan tujuan UPK bersama BKAD memeriksa keterkaitan usulan antara desa sebagai konsep pengembangan wilayah
  • Menyampaikan usulan kepada fasilitator kabupaten agar dilakukan pemeriksaan kembali
  • Membuat dan menyampaikan serta menjelaskan hasil kegiatan verifikasi usulan kegiatan kepada peserta MAD.

5. Tim Penasehat Pinjaman UPK

Tim penasehat pinjaman adalah orang yang bertangung jawab dalam penyehatan pinjaman bermasalah, sebagai penanggung jawab kegiatan operasional desa mengkoordinir pelaksanaan kegiatan lapangan.

Uraian tugas dan tanggung jawab:

  • Melakukan penagihan bagi yang bermasalah/macet
  • Memberikan surat peringatan bagi yang bermasalah/macet
  • Memberikan pembinaan terhadap kelompok yang bermasalah agar membayar kredit tepat waktu.

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 HASIL

Kegiatan yang dilakukan dalam praktik Pendidikan Sistem Ganda (PSG) penulis banyak terlibat dan terjun kelapangan serta mempelajari sistem yang berjalan pada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di Tanjung Bintang, mulai dari prosedur pengajuan proposal pinjaman yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Verifikasi Perguliran, dibutuhkan dalam proses pengajuan proposal.

3.2 Pembahasan

3.2.1 Prosedur Pengajuan Proposal Pinjaman

  • Kelompok peminjaman harus mempunyai ikatan pemersatu yang kuat, misalnya Rukun Tetangga / Rukun Warga, Arisan, Tahlilan, Yasinan dan lain sebagainya.
  • Mempunyai kepengurusan yang jelas minimal ketua, sekertaris dan bendahara.
  • Mempunyai kegiatan ekonomi atau kemasyarakatan..
  • Anggota yang menjadi pemanfaat benar-benar warga desa setempat atau warga Kecamatan Tanjung Bintang dibuktikan dengan photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku.
  • Anggota kelompok peminjaman wajib mendapatkan persetujuan dari salah satu keluarganya dan diketahui RT dan RW setempat.

3.2.2 Vertifikasi Perguliran Pinjaman

Proses vertifikasi dana perguliran dilakukan melalui beberpa tahap, diantaranya yaitu

  1. Tim verifikasi mulai melakukan pemeriksaan terhadap proposal yang diajukan ke UPK minimal 10 proposal.
  2. Tim verifikasi melakukan pemeriksaan terhadap kelompok, dan jika ada kekurangan dalam proposal, maka tim verifikasi mengembalikan kepada kelompok untuk dilengkapi atau diperbaiki dan diberikan jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari untuk perbaikan berkas.
  3. Setelah dilakukan proses vertifikasi maka akan didapatkan kelompok ayak dan kelompok tidak layak untuk didanai ( rekomendaasi tim verifikasi ).
  4. Bagi kelompok tidak layak akan mendapatkan pembinaan dan penguatan.
  5. Verifikasi pinjaman perguliran dilakukakan oleh tim verifikasi perguliran dan didampingi oleh UPK.
  6. Sebelum melakukan tugasnya Tim Verifikasi wajib memberitahukan lewat surat kepada kelompok yang bersangkutan dengan tembusan pemerintahan desa setempat dan anggota BKAD Pada saat akan melaksanakan kunjungan lapangan.
  7. Tim verifikasi dalam melaksanakan tugasnya wajib berkoordinasi dengan pemerintah setempat, terutama konfirmasi kebenaran kelompok yang mengajukan pinjaman perguliran.
  8. Tim vertifikasi berhak melakukan pemeriksaan dan pengecekan lapangan untuk mencocokan proposal permohonan pinjaman dengan fakta yang ada dilapangan.
  9. Kegiatan vertifikasi dilakukan sampai ke anggota kelompok untuk memastikan kondisi usaha atau hasil rekomendasi dari masyarakat sekitarnya tentang situasi dan kondisi anggota kelompok.
  10. Kelompok yang sudah berjalan secara kelembagaan dan administrasi kelompok maka vertifikasi dapat dilakukan hanya sampai tingkat kelompok saja.
  11. Hasil rekomendasi akhir vertifikasi berupa kelayakan kelompok diserahkan kepada UPK dan Tim Pendanaan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan pinjaman perguliran, paling lambat 2 hari setelah kunjungan lapangan.
  12. Apabila semua anggota Tim vertifikasi berhalangan maka untuk melaksanakan vertifikasi kelompok dilaksanakan oleh Tim penasehat pinjaman.
  13. Ketua setelah menerima rekomendasi akhir dari Tim vertifikasi segera memanggil ketua kelompok untuk menyampaikana hasil rekomendasi dai Tim vertifikasi tersebut, memeberikan penegasan tentang dana bergulir, tatacara dan rencanaa serta aturan-aturan lainnya.

3.2.3 Perjanjian Pinjamann Perguliran

Sebelum melakukan Pencairan Dana ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya yaitu;

  • UPK wajib membuat Surat Perjanjian Kredit (SPK) bermaterai sebelum pencairan dana dilaksanakan.
  • Kelompok wajib membuat surat kesanggupan menaati peraturan pinjaman perguliran yang berlaku, sebagaimna yang tercantum dalam dokumen penyaluran dana.
  • Pencairan pinjaman langsung diberikan dari UPK ke anggota kelompok/kelompok peminjam yang sudah ditetapkan dalam MAD (Musyarawah Antar Desa) atau Keputusan Tim pendanaan.
  • Dana pinjaman tersbut ditrima langsung oleh orang/anggota yang bersangkutan sebagaimana yang tercatat di dokumen pencairan atau tidak bisa diwakilkan oleh siapapun dan dibuktikan dengan membawa KTP asli.
  • Apabila anggota kelompok tidak haadir pada saat UPK menyalurkan dana tersebut ke kelompok dengan alasan apapun maka UPK dapat menarik kembali uang tersebut dan menyalurkan kembali apabila anggota tersebut mengembalikan kekantornUPK yang disertai oleh kelompok dan membawa KTP.
  • Anggota kelompok yang dianggap mengundurkan diri dari kelompok, maka UPK wajin mengembalikan dana tersebut ke rekening dan mencatatnya dibuku kas.
  • Pencairan pinjaman dari UPK ke kelompok harus diumumkan dalam papan informasi
  • Jatuh tempo.
  • Jam kerja.
  • Apabila pada hari kerja UPK tidak dapat memberikan pelayanan, dikarenakan sesuatu yang berkaitan dengan Progam Kerja maka UPK wajib memberitahukan pada kelompok yang akan membayar angsuran.
  • Apabila terjadi jatuh tempo angsuran kelompok yang bertepatan dengan hari libur Nasional maka angsuran dapat dimajukan satu hari sebelum libur dan UPK wajib memberitahukan kepada kelompok mengenai tangga angsuran yang telah dimajukan tersebut.

3.2.4 Persayaratan Kelompok Peminjam

Sebelum mengajukan pinjaman ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh setiap kelompok peminjam diantaranya adalah ;

  • Kelompok TELAH LUNAS pinjaman di UPK (Tidak mempunyai tunggakan di UPK)
  • Kelompok mempunyai kepengurusan
  • Jumlah anggota kelompok minimal 6 orang maksimal 15 orang
  • Tidak dibenarkan satu anggota menggunakan lebih dari satu KTP ditemukan akan dikenakan SANKSI
  • Ketua wajib mebawahi hanya 1 kelompok peminjam
  • Jumlah Peminjam untuk kelompok baru (ketua maksimal Rp.5.000.000,- dan anggota maksimal Rp.400.000,-)
  • Kelompok wajib mempunyai buku catatan kas kelompok
  • Dalam satu kelompok yang meminjam tidak boleh terdiri dari ayah, ibu, anak dan anggota keluarga lainnya yang masuk dalam satu keluarga.

3.2.5 Persyaratan Pengajuan Proposal Pinjaman

Kelompok mengisi berkas yang telah disediakan oleh UPK (DIWAJIBKAN UNTUK DIISI SENDIRI TSNPS MELIMPAHKAN / DIBUATKAN LAIN)

Contoh proposal yang akan diserahkan ke UPK, terdiri dari

  • Jika uraian proposal masih kurang jelas bisa ditanyakan langsung ke UPK, disana akan dibimbing oleh petugas / karyawan UPK
  • Berkas proposal diserahkan ke upk tanpa jilid, UPK akan menjilid dengan warna sesuai dengan desa yang telah ditentukan.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pelaksanaan Pendidikan Sistem (PSG) maka penulis dapat menyimpulkan bahwa:

  • Kegiatan ini memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai kinerja karyawan di Unit Pengelola Kegiatan Tanjung Bintang lampung Selatan.
  • Prosedur pelaksanaan kegiatan SPP sudah memenuhi syarat dalam ketentuan dasar kegiatan pelaksanaa program SPP. Dan kegiatan SPP telah menunjukkan bahwa penyaluran dana SPP sudah dilaksanakan secara prosedural. Selain itu tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Tanjung Bintang cukup tinggi, dilihat dari jumlah pemanfaat program SPP yaitu, kelompok yang meminjam dana SPP, namun pada proses sosialisasi yang dilakukan oleh pihak UPK kurang menyentuh masyarakat yang berada dipelosok, sehingga banyak yang tidak mengetahui akan adanya program SPP.
  • Kurang optimalnya komunikasi yang terjalin, baik antara anggota kelompok SPP dengan ketua kelompok, kelompok SPP dengan UPK dan antara UPK degan konsultan.
  • Lemahnya pembinaan yang dilakukan oleh UPk dan konsultan terhaadap kelompok SPP.
  • Ketidaksesuaian anatara rencana awal kegiatan dengan implementasi pada saat pelaksanaan di lapangan.
  • Melalui kegiatan ini, siswa/i dapat lebih disiplin wawasann menjadi semakin luas dan memberikan pengalaman baru dalam dunia kerja.

5.2 Saran

Saran Untuk Pihak Perusahaan:

  • Untuk bagian Praktik Industri (PI) merngerjakan tugas hendaknya mengutamakan ketelitian kecepatan.
  • Tatanan kerja yang berjalan di Unit Pengelola Kegiatan Tanjung Bintang sudah cukup baik, agar di pertahankan dan ditingkatkan lagi guna mencapai produksi hasil yang lebih maksimal.
  • Manajemen administrasi di Unit Pengelola Kegiatan Tanjung Bintang berjalan baik agar lebih ditingkatkan lagi guna mencapai produktifitas yang optimal, akrat, tepat waktu dan efisien.

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
1. Daftar Hadir
2. Jurnal Kegiatan PSG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *