Contoh Makalah Biologi Protista dan Jamur


Berikut adalah Contoh Makalah Yang membahas Tentang Biologi Protista dan Jamur

MAKALAH  BIOLOGI

“PROTISTA DAN JAMUR”

DISUSUN OLEH :

                                                    Ririn Setianingsih

                                                    Paryani

                                                    Dika Tiara Dewi

                                                    Apriyati

                                                    Putri Novianti

                                                    Amelia Okta D.H

MA.AL-IKHLAS TANJUNG BINTANG

TAHUN PELAJARAN

2017/2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makalah ini penulis susun guna memperlancar kegiatan belajar mengajar pada umumnya Protista. Dalam makalah ini materi yang penulis sajikan membahas tentang Kelas Rhizopoda. Walaupun makalah ini dapat selesai dengan baik, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya.

Untuk kesempurnaan dalam membahas makalah ini penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak agar tercapai apa yang kita harapkan bersama dan untuk memperlancar tugas kami dalam menyusun makalah selanjutnya.

Terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak dan tim penulis yang telah bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…..2

Daftar isi…..3

BAB I…..4

Pendahuluan…..4

Latar Belakang…..4

Tujuan…..4

BAB II…..5

Pembahasan…..5

KESIMPULAN…..11

DAFTAR PUSTAKA…..12

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Protista (“yang paling pertama”) berasal dari teori asal-usul makhluk hidup yang di kemukakan oleh Aris Toteles “Makhluk hidup berasal dari benda mati”. Filum pada Protista terdiri atas empat yaitu: (1) Rhizopoda/Sarcodina, (2) Cylliata/Cyilliophora, (3) Flagellata/Mastidhopora dan, (4) Sporozoa

Dalam makalah ini membahas tentang Rhizopoda ( rhizo = akar, phodium= kaki ) atau Sarcodina (sarkodes= berdaging). Rhizopoda Merupakan salah satu filum dari protozoa  yang bergerak dan makannya dengan menggunakan pseudopodia ( kaki semu ). Bersifat amoboid  yaitu bentuk tubuh tidak tetap karena aliran protoplasmanya bersifat pseudopodia ( kaki semu ). Hidup di laut, air tawar, dan di dalam tubuh hewan atau manusia sebagai parasit. Contoh dari Rhizopoda yaitu Amoeba, Ridiolaria, Arcella, diflugia dan Foraminifera

Dengan mempelajari Rhizopoda kita dapat lebih memahami morfologi, fisiologis dan proses reproduksi dari  Rhizopoda. Dan dapat mengetahui apa-apa saja contoh-contoh rhizopoda yang merugikan dan yang menguntungkan

Rumusan Masalah

Apa pengertian dari protozoa

Apa saja klasifikasi dari protozoa

Bagaimana pembagian kelas pada Rhizopoda?

Bagaimana proses perkembangbiakan pada Rhizopoda?

Tujuan

  • Agar siswa dapat memahami tentang protista
  • Agar siswa dapat mengetahui dan memahami klasifikasi dari Protozoa
  • Agar siswa dapat memahami pembagian kelas-kelas pada Rhizopoda
  • Agar siswa dapat memahami proses perkembangbiakan pada Rhizopoda

BAB II

PEMBAHASAN

1. Protista

Protista adalah mikroorganisme eukariota yang buka hewan, tumbuhan atau fungus. Mereka pernah dikelompokkan ke dalam satu kerajaan bernama Protista, namun sekarang tidak dipertahankan lagi. Penggunaannya masih digunakan untuk kepentingan kajian ekologi dan morfologi bagi semua organisme eukariotik bersel tunggal yang hidup secara mandiri atau jika membentuk koloni bersama-sama namun tidak menunjukkan diferensiensi menjadi jaringan yang berbeda-beda. Dari sudut pandang taksonomi, pengelompokan ini ditinggalkan karena bersifat parafiletik. Organisme dalam protista tidak memiliki kesamaan, kecuali pengelompokkan yang mudah baik yang bersel satu maupun bersel banyak tanpa memiliki jaringan. Protista hidup hampir di semua lingkungan yang mengandung air. Banyak protista seperti algae, adalah fotosintetik dan produsen primer vitaldalam ekosistem, khususnya di laut sebagai bagian dari plankton. Protista lain seperti Kinetoplastid dan Apicomplexa adalah penyakit berbahaya bagi manusia seperti malaria dan tripanosomiasis.

2. Protozoa ( protista yang menyerupai hewan)

Protozoa yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama, zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, air payau dan ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme multiseluler. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma dan mitokondria. Beberapa protozoa ada yang mempunyai peranan dalam menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati, tetapi ada juga yang bersifat parasit di dalam tubuh organisme, misalnya dapat menyebabkan penyakit tidur, malaria, dan disentri. Protozoa hidup secara individual, tetapi ada juga diantara mereka yang hidupnya berkoloni.

Protozoa berkembangbiak dengan cara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner dan membentuk spora serta secara seksual yaitu melalui konjugasi. Hewan ini memilki alat gerak berupa cilia, flagel, dan kaki semu (Pseudopia), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak.

Ciri-Ciri Protozoa:

Organisme uniseluler (bersel satu)

Eukariotik (memiliki membran nukleus

Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni

Umumnya tidak dapat membuat makananya sendiri (heterotof)

Hidup bebas, saprofit dan parasit

Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup

Alat gerak berupa pseudopia , silia atau flagella

Klasifikasi protozoa
Berdasarkan struktur alat geraknya , filum protozoa dibedakan menjadi empat kelas:

Kelas Rhizopoda (sarcodina)

Kelas Ciliata

Kelas Flagellata

Kelas sporozoa

3. Algae (protista yang menyerupai tumbuhan)

Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk yang di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut : Alga hijau yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embriophyta). Contoh: Ulva

  1. Alga merah mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
  2. Heterokontophyta meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis

Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta. Sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler sehingga lebih tepat masuk kedalam kelompok Archaeplastida bersama-sama dengan tumbuhan biasa.

4. Protista yang menyerupai jamur

Beragam organisme dan organisasi tingkat prorista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air dan labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan fungi dan biasanya diklafisikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya ( yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau amoebozoa ( yang tidak memiliki dinding sel)

Metabolisme, reproduksi dan peranan protista

Flagelata makan dengan penyaring, yaitu dengan melewatkan air melalui flagelatanya. Protista lain bisa menelan bakteri dan mencernanya secara internal dengan memanjangkan dinding selnya di sekitar makanannya untuk membentuk sebuah vakuola makanan. Makanan ini lalun masuk ke dalam sel melalui endositosis ( biasanya fagositosis, kadang- kadang pinositosis)

Sebagian protista berkembangbiak secara seksual (konjugasi), sementara lainnya secara aseksual (fisi biner). Plasmodium faciparum memiliki siklus hidup biologi super kompleks yang meliputi berbagai macam makhluk hidup, sebagian bereproduksi seksual, sebagian lainnya aseksual. Namun masih belum jelas seberapa seringnya reproduksi seksual menyebabkan pertukaran genetika antar strain yang berbeda dari plasmodium dan sebagian besar protista parasit adalah clonal line yang jarang melakukan pertukaran gen dengan strain lain.

Beberapa protista adalah patogen terhadap hewan dan tumbuhan. Plasmodium faciparum menyebabkan malaria pada manusia dan phytophthora infestans menyebakan hawar daun pada kentang. Pemahaman lebih mendalam tentang protista akan membuat penyakit ini bisa diobati secara efesien.

Peneliti dari Agricultural Research Servise memanfaatkan protista sebagai patogen untuk mengendalikan populasi semut api merah (selenopsis invicta) di Argentina. Dengan bantuan protista pengahasil spora seperti Kneallhazia selenopsae populasi semut api merah bisa berkurang 53-100%. Para peneliti berhasil mengijeksikan protista itu ke lalat sebagai perantara untuk membunuh semut api merah, tanpa membahayakan lalat itu.

Kelas Rhizopoda

Kelas Rhizopoda  Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel, yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Perkembangbiakan secara aseksual melalui pembelahan biner dan pembentukkan kista. Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba.

Morfologi Amoeba

  • Ukuran antara 200-300 mikron
  • Bentuknya selalu berubah ubah setiap kali berpindah tempat
  • Sitoplasma dibagi menjadi dua endoplasma dan ektoplasma
  • Mempunyai 1 inti dan berbentuk bulat
  • Terdapat satu vakuola kontraktil dan vakuola makanan yang banyak ditentukan oleh banyaknya makanan yang ada disekitarnya.

Fisiologi

  • Pernapasan berlangsung melalui permukaan sel secara difusi.
  • Bergerak dengan cara mengalirkan penjuluran protoplasma yaitu pseudopodia. Proses penjuluran ini terjadi karena adanya pencairan sementara bagian luar endoplasma yang kental.

  • Pencernaan makanan padat karena bersifat holozoik melalui pseudopodia dengan cara merangkul, mengitarinya sehingga terbentuk vakuola makanan.

Struktur tubuh Amoeba: Sel dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel – organel, diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan.

Kategori
Artikel selanjutnya

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *