Contoh Makalah Ideologi NKRI

Tugas PPKN

Makalah Ideologi NKRI

DISUSUN OLEH :

AIFAH CAHYANI W.
DELA FITRIA
DINA AMANDA
FITRI WULANDARI
NATASYA AINUN R
SAFIATUN AMINAH
SITI SOLEHA

SMA NEGERI 1 TANJUNG BINTANG
LAMPUNG SELATAN
TAHUN AJARAN 2018/2019

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT., karena rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Pancasila sebagai Ideologi Nasional dalam Upaya Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad saw., beserta keluarga, sahabat serta umatnya dan senantiasa setia hingga akhir zaman.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan bimbingan dan bantuan baik moril maupun materil dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik isi maupun bentuk penulisannya karena keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya untuk penulis selaku penyusun dan umumnya untuk pembaca

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangasa yang besar dan heterogen. Disebut bangsa yang besar karena jumlah penduduknya menempati urutan keempat terbanyak setelah RRC, Amerika Serikat dan India. Indonesia juga bangsa yang heterogen karena terdiri atas banyak suku bangsa dengan berbagai macam agama, budaya, bahasa dan adat istiadat.
Kita patut bersyukur bahwa bangsa yang besar dan heterogen ini dapat bersatu dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak bangsa-bangsa yang besar daalam sejarahnya hancur karena tidak mampu mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan. Contohnya adalah Uni Soviet daan Yugoslavia.
Mengapa bangsa Indonesia dapat mempertahankan Persatuan dan kesatun ? salah satu jawabannya adalah karena kita telah sepakat Pancasila sebagai dasar Negara dan ideologi nasional Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila merupakan kesepakatan bersama dan menjadi titik temu antarkelompok dan golongan masyarakat Indonesia. Sebagai ideologi Negara, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diterima dan dijadikan acuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kita perlu memelihara dan mempertahankan pancasila sebagai dasar Negara dan ideologi nasional Indonesia.
Namun belakangan ini terjadi krisis kebangsaan yang melanda sebagian generasi muda Indonesia yang kemudian menjadi keprihatinan semua pihak. Karena itu, semangat untuk tetap menjunjung tinggi dan terus mengamalkan ajaran Pancasila sebagai ideologi bangsa harus ditingkatkan.
Hal ini bisa terjadi dikarenakan semakin derasnya pengaruh budaya barat, gaya hidup yang individualis, pragmatis, dan pemahaman terhadap wawasan kebangsaan yang masih minim.
Melihat hal yang terjadi terhadap krisis kebangsaan ini, kita dapat menjadikan Pancasila sebagai acuan yang dapat mengatasi hal tersebut. Dimana pancasila adalah sebuah ideologi bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang dapat menanamkan sikap dan prilaku kebangsan yang dapat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian, Ciri-ciri, Fungsi, dan Jenis Ideologi
IDEOLOGI TERBUKA DAN TERTUTUP

A. Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Ideas berarti gagasan, konsep, sedangkan logos berarti ilmu. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan. Ideologi juga dapat diartikan sebagai suatu pandangan atau sistem nilai yang menyeluruh dan mendalam tentang bagaimana cara yang sebaiknya, yaitu secara moral dianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dalam berbagai segi kehidupan.
B. Ciri-Ciri Ideologi
Adanya nilai dan dimensi Pancasila mengkerucutkan ciri-ciri ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka. Oleh karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa ciri dari ideologi Pancasila adalah antara lain:
Berasal dari falsafah masyarakat
Pancasila adalah ideologi yang mempunyai pandangan hidup atau idealisme, tujuan, dan cita-cita masyarakat Indonesia yang berasal dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri. Bukan konsep yang dibuat buat untuk masyarakat.
Berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa
Meskipun mengakui beberapa agama, ideologi Pancasila percaya pada konsep Tuhan Yang Maha Esa. Dengan mempercayai ketuhanan yang maha esa, negara Indonesia yang berpegang pada ideologi Pancasila melarang adanya paham atheis di Indonesia.
Demokratis
Pemerintahan yang berdasar ideologi Pancasila adalah pemerintahan yang berdasar persetujuan rakyat. Demokratis sendiri berarti bahwa pemerintahan indonesia memiliki sifat demokrasi. Dilihat dari asal katanya, demokrasi berasal dari bahasa Latin demo yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Dengan begitu sudah jelas bahwa negara yang demokratis harus tetap meletakkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Pendapat rakyat sangat penting, dan pemimpin hanya memberikan keputusan.
Berdasar hukum
Negara yang berdasar ideologi Pancasila adalah negara yang berdasar hukum. Negara hukum bisa diartikan sebagai negara yang penyelenggaraan kekuasaan pemerintahannya berdasar pada hukum. Kekuasaan pemerintahan berdasar pada kedaulatan atau supremasi hukum dan bertujuan untuk menjalankan ketertiban hukum. Negara hukum mempunyai konstitusi yang jelas. Berbeda dengan ideologi komunis, mereka mempunyai konstitusi, tapi kekuasaan tertinggi di tangan pemimpin otoriter. Negara dengan ideologi komunis tidak bisa dikatakan negara hukum.
Kreatif dan dinamis
Ideologi ini mempunyai tekad untuk secara kreatif dan dinamis mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu, bangsa Indonesia menggunakan Pancasila sebagai pedoman untuk mencapai tujuan nasional. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, masyarakat akan bisa ikut serta dalam usaha mencapai tujuan nasional. Salah satu nilai dalam ideologi Pancasila yang harus dijunjung tinggi demi tercapainya tujuan nasional adalah nilai persatuan dan kesatuan.
Berdasar pegalaman sejarah bangsa
Bangsa Indonesia mempunyai sejarah yang panjang untuk menjadi sebuah bangsa yang diakui dunia. Berdasarkan pengalaman sejarah itulah Pancasila dijadikan ideologi yang akan mendasari berdirinya sebuah bangsa yang kokoh. Dan terbukti, dengan menjunjung tinggi nilai persatuan dalam ideologi Pancasila, Indonesia berhasil mengusir penjajah dan menyatukan rakyat yang berbeda wilayah, suku, dan budaya menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai tersebut juga berhasil membersihkan Indonesia dari sistem politik komunis. Itulah mengapa ada hari yang memperingati kesaktian Pancasila.
Terbentuk dari pikiran rakyat
Pancasila terbentuk atas dasar keinginan bangsa Indonesia, tanpa campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang atau pihak yang berkuasa. Konsep pancasila berasal dari hasil pemikiran rakyat. Kesamaan pemikiran individu rakyat yang ingin hidup lebih baik lagi membentuk konsep cita-cita hidup manusia, dan itulah yang menjadi hakikat ideologi. Sebelum menjadi Pancasila, bangsa Indonesia telah menjunjung tinggi lima nilai dalam kehidupan berbangsa negara. Kelima nilai tersebut adalah: kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan. Nilai-nilai itulah yang kemudian disempurnakan dalam Pancasila dan dijadikan ideologi.
Isinya tidak operasional.
Nilai pancasila yang tidak operasional bukan berarti bahwa nilai-nilai tersebut tidak bisa diterapkan. Sifatnya yang tidak operasional justru memungkinkan Pancasila untuk bisa diuraikan secara lebih eksplisit sesuai dengan kebutuhan. Sifat ideologi yang operasional memang mudah diterapkan. Akan tetapi itu akan menjadikannya menjadi sangat terbatas dan tidak memenuhi kebutuhan yang ada.
Menginspirasi rakyat
Pancasila sebagai ideologi mempunyai ciri yang membuat Pancasila dapat menginspirasi masyarakat untuk bertanggungjawab sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Rakyat akan terus terinspirasi dan terdorong untuk mengamalkan nilai praktis Pancasila di semua aspek kehidupan. Dengan begitu nilai Pancasila sebagai ideologi Indonesia akan terjaga. Hal itu karena sekuat dan sesempurna apapun suatu ideologi, hanya akan menjadi suatu semboyan apabila tidak diamalkan. selain itu, nilai idealisme Pancasila yang tersebut diatas membuat Pancasila sangat mengispirasi rakyat untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidup.
Menghargai keberagaman
Dalam sila ketiga Pancasila, disebutkan dengan jelas bahwa Indonesia menjunjung tinggi nilai persatuan. Hal ini membuat ideologi Pancasila bisa diterima oleh semua kalangan. Seperti yang kita tahu, Indonesia terdiri dari beberapa komponen yang berbeda-beda. Indonesia memiliki suku, agama, dan budaya yang berbeda. Dari segi wilayah pun Indonesia sebagai negara kepulauan terpisah oleh perairan antar pulau di Indonesia. Tidak sedikit pula wilayah yang justru lebih dekat dengan negara tetangga daripada dengan pusat pemerintahan Indonesia. Dengan begitu, nilai persatuan dalam keberagaman ini harus terus ditekankan dalam tahap-tahap pembinaan persatuan dan kesatuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

C. Fungsi Ideologi
Fungsi ideologi menurut beberapa pakar di bidangnya:
1. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)
2. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) dengan generasi muda. (Setiardja, 2001)
3. Sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001)
D. Macam Ideologi
Terdapat dua tipe ideologi sebagai ideologi suatu negara. Terdapat dua macam watak ideologi yakni:
1. Ideologi terbuka
2. Ideologi tertutup
E. Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka adalah ideologi yang mampu mengikuti perkembangan jaman dan bersifat dinamis atau merupakan suatu sistem pemikiran terbuka yang merupakan hasil konsensus dari masyarakat itu sendiri, nilai-nilai dari cita-citanya tidak dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan, rohani, moral dan budaya masyarakat itu sendiri.
Ideologi terbuka hanya berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat. Operasional cita-cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan secara apriori, melainkan harus disepakati secara demokratis. Dengan sendirinya ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya dapat ada dan mengada dalam sistem yang demokratis.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang tidak dimutlakkan. Ideologi macam ini memiliki ciri:
1. Merupakan kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat (falsafah). Jadi, bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan kesepakatan masyarakat.
Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan konsensus masyarakat. Ideologi terbuka tidak diciptakan, melainkan ditemukan dalam masyarakat sendiri. Oleh karena itu ideologi terbuka itu adalah milik seluruh rakyat; masyarakat dapat menemukan dirinya kembali di dalamnya.
2. Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri, ia adalah milik seluruh rakyat, dan bisa digali dan ditemukan dalam kehidupan mereka.
3. Isinya tidak langsung operasional. Sehingga, setiap generasi baru dapat dan perlu menggali kembali falsafah tersebut dan kembali mencari implikasinya dalam situasi kekinian mereka.
Keterbukaan ideologi bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya lebih kongkrit, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senentiasa berkambang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek dan zaman.
4. Tidak pernah memperkosa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkan menginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai dengan falsafah itu.
5. Ideologi tidak bersifat kaku dan tertutup, namun bersifat reformatif, dinamis dan terbuka.
Hal ini dimaksudkan bahwa bersifat aktual, dinamis, antisifasif dan senentiasa mampu menyelesaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.
6. Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.
F. Ideologi Tertutup
Ideologi Tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan – tujuan dan norma – norma politik dan sosial yang ditetapkansebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi.
Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat dirubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial. Karena itu ideologi ini tidak mentolerir pandangan dunia atau nilai-nilai lain
Ideologi tertutup bersifat Dogmatis dan Apriori, dogmatis berarti mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid, sedangkan apriori , yaitu berprasangka terlebih dahulu akan suatu keadaan. ideologi tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat yang di atur oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat, yang berarti bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter. bersifat totaliter berarti menyangkut seluruh aspek kehidupan.
Ideologi tertutup adalah ideologi yang bersifat mutlak. Ideologi macam ini memiliki ciri:
1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat, melainkan cita-cita sebuah kelompok yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat.
2. Apabila kelompok tersebut berhasil menguasai negara, ideologinya itu akan dipaksakan kepada masyarakat. Nilai-nilai, norma-norma, dan berbagai segi kehidupan masyarakat akan diubah sesuai dengan ideologi tersebut.
3. Bersifat totaliter, artinya mencakup/mengurusi semua bidang kehidupan. Karena itu, ideologi tertutup ini cenderung cepat-cepat berusaha menguasai bidang informasi dan pendidikan, sebab kedua bidang tersebut merupakan sarana efektif untuk mempengaruhi perilaku masyarakat.
4. Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan
5. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan berdasarkan nilai – nilai atau prinsip – prinsip moral yang lain.
6. Ideologi tertutup tidak mengakui hak masing – masing orang untuk memiliki keyakinan dan pertimbangannya sendiri.
7. Menuntut masyarakat untuk memiliki kesetiaan total dan kesediaan untuk berkorban bagi ideologi tersebut.
8. Isinya dogmatis dan apriori sehingga tidak dapat diubah atau dimodifikasi berdasarkan pengalaman sosial dan isinya juga tidak hanya nilai-nilai dan cita-cita, tetapi tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, mutlak dan total.
Bahaya ideologi tertutup
Tanpa disadari dan disengaja, sifat sombong ini menyelinap ke ranah ideologi. Jadilah dia pandangan dan pedoman hidup, juga pola pikir atau mind set: Akulah yang baik, kamilah yang baik, kalau mahu baik ikutlah kami, dan seterusnya. Dari sikap seperti itulah (yang lain tidak ada, yang ada kami), maka menjadi tertutup atau terkunci untuk menerima yang lain: ideologi tertutup
Seberapa berbahaya ideologi tertutup itu?
Sepintas seperti menguntungkan: agar organisasi kokoh dan kuat serta tercipta militansi dari anggotanya, sehingga rela berkorban apa saja. Tidak ada yang salah dan sah-sah saja. Tetapi menyangkut tujuan jangka panjang, lebih-lebih bersentuhan dengan kekuasaan adalah sangat berbahaya.
Sejarah telah membuktikan, ideologi apapun ketika bersifat tertutup dan berkaitan dengan kekuasaan maka akan membahayakan. Contoh paling dekat adalah Pancasila di masa ORBA. Ia menjadi ideologi tertutup ketika “ditafsirkan” oleh kekuatan tertentu menjadi P4. Tentu kita masih ingat semua peristiwa yang terjadi zaman ORBA disebabkan oleh ideologi negara yang tertutup ini. Begitu juga Islam, ketika ditafsirkan oleh DI/TII, Ia menjadi tertutup sehingga melakukan pemberontakan. Tidak boleh lupa juga ideologi komunis. Ketika ditafsirkan secara tertutup oleh PKI maka terjadi pertumpahan darah.
Contoh di atas adalah peristiwa sejarah yang telah dilalui bangsa ini zaman ORLA dan ORBA. Zaman yang masih sangat dekat dengan zaman kita, bukan berarti sebelumnya tidak ada peristiwa yang sama. Tujuan memberi contoh yang paling dekat, karena masih ingat, agar tidak terjadi perdebatan kusir yang tidak perlu.
G. Perbedaan Ideologi Terbuka dan Tertutup
Setelah membahas satu persatu tentang ideologi terbuka dan tertutup, kita dapat menyimpulkan perbedaan dari keduanya. Dibawah ini adalah perbedaannya:

No Ideologi terbuka Ideologi tertutup
1 Sistem pemikiran yang terbuka Sistem pemikiran yang tertutup
2 Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani,moral dan budaya masyarakat itu sendiri Cenderung memaksakan mengambil nilai-nilai ideologi dari luar masyarakatnya yang tidak sesuai dengan keyakinan dan pemikiran masyarakatnya
3 Dasar pembentukan ideologi bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dan kesepakatan dari masyarakat Dasar pembentukannya adalah cita-cita atau keyakinan ideologis perorangan atau satu kelompok orang
4 Tidak diciptakan oleh negara, melainkan oleh masyarakat itu sendiri sehingga ideologi tersebut adalah milik seluruh rakyat atau anggota masyarakat Pada dasarnya ideologi tersebut diciptakan oleh negara, dalam hal ini penguasa negara yang mutlak harus diikuti oleh seluruh warga masyarakat
5 Tidak hanya dibenarkan, melainkan dibutuhkan oleh seluruh warga masyarakat Pada hakikatnya ideologi tersebut hanya dibutuhkan oleh penguasa negara untuk melanggengkan kekuasaannya dan cenderung memiliki nilai kebenaran hanya dari sudut pandang penguasa saja
6 Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya Isinya terdiri dari tuntutan-tuintutan kongkrit dan operasional yang bersifat keras yang wajib ditaati oleh seluruh warga masyarakat
7 Milik seluruh rakyat sekaligus menjiwai ke dalam kepribadian masyarakat Loyalitas ideologi yang kaku
8 Bersifat aktual, dinamis, antisifasif dan senentiasa mampu menyelesaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Ketaatan yang mutlak, kadang bahkan menggunakan kekuatan dan kekuasaan

Upaya Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Nasional
Pada era reformasi ini, rakyat Indonesia banyak mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan untuk ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara. Rakyat tidak hanya menjadi objek yang selalu harus menuruti keinginan penguasa. Sekarang rakyat Indonesia berdaulat di negara Indonesia. Ini sesuai dengan prinsip negara yang berkedaulat rakyat atau demokrasi.
Sebagai ideologi bangsa, Pancasila telah diterima sebagai kesepakatan seluruh masyarakat sehingga Pancasila dapat mempersatukan bangsa. Nilai-nilai Pancasila diakui berisikan cita-cita luhur bangsa. Oleh karena itu, kita sebagai warga bangsa dan warga negara berkewajiban mempertahankan Pancasila sebagai ideology nasional.
Tindakan yang harus kita kembangkan dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara kita, antara lain:
a. Mempelajari Pancasila secara benar sehingga menerima kebenarannya;
b. Mewujudkan nilai-nilai Pancasil dalam kehidupan sehari-hari dengan cara mentaati norma-norma yang berlaku;
c. Menjaga kemurniaan Pancasila dengan tetap terbuka terhadap nilai-nilai baru;
d. Melawan berbagai ancaman, baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang berusaha merongrong ideologi bangsa;
e. Mengakui dan menghargai keanekaragaman bangsa;
f. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara;
g. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
h. Mengawasi penyelenggara negara agar tidak berkuasa secara mutlak dan absolute;
i. Taat dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang telah disepakati.
2.3 Studi Kasus : NKRI Harga Mati serta Contoh Sikap dan Prilaku dalam Upaya Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Contoh sikap dan Perilaku Menjaga Kesatuan NKRI
Berikut beberapa sikap dan perilaku mempertahankan NKRI :
• Menjaga wilayah dan kekayaan tanah air Indonesia, artinya menjaga seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
• Menciptakan ketahanan nasional, artinya setiap warga negara menjaga keutuhan, kedaulatan Negara dan mempererat persatuan bangsa.
• Menghormati perbedaan suku, budaya, agama dan warna kulit. Perbedaan yang ada akan menjadi indah jika terjadi kerukunan, bahkan menjadi sebuah kebanggaan karena merupakan salah satu kekayaan bangsa.
• Mempertahankan kesamaan dan kebersamaan, yaitu kesamaan memiliki bangsa, bahasa persatuan, dan tanah air Indonesia, serta memiliki pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Sang saka merah putih. Kebersamaan dapat diwujudkan dalam bentuk mengamalkan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945.
• Memiliki semangat persatuan yang berwawasan nusantara, yaitu semangat mewujudkan persatuan dan kesatuan di segenap aspek kehidupan sosial, baik alamiah maupun aspek sosial yang menyangkut kehidupan bermasyarakat. Wawasan nusantara meliputi kepentingan yang sama, tujuan yang sama, keadilan, solidaritas, kerja sama, kesetiakawanan terhadap ikrar bersama.
• Menaati peraturan. Salah satu cara menjaga keutuhan Indonesia adalah dengan menaati peraturan. Peraturan dibuat untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.Tujuannya agar Indonesia menjadi lebih baik. Melalui peraturan, Indonesia akan selamat dari kekacauan. Taat kepada undang-undang dan peraturan berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Peraturan berlaku baik untuk presiden maupun rakyat biasa, baik tua maupun muda, baik yang kaya maupun yang miskin, baik laki-laki maupun perempuan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Jadi, upaya untuk mempertahankan NKRI bisa ditempuh dengan cara mengetahui kebudayaan di Indonesia. Dengan adanya pengetahuan budaya Indonesia, kita dapat menyaring budaya-budaya asing yang masuk ke dalam Negara Indonesia, sehingga tidak timbul perpecahan antar daerah karena budaya yang ada.
Selain itu, sikap dan perilaku kita juga dapat mencerminkan bahwa kita sedang mempertahankan keutuhan NKRI ini. Salah satunya dengan cara mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, bukan hanya sekedar memahami saja.
3.2 Saran
Semoga makalah ini dapat membantu untuk menambah dan memperluas wawasan para pembaca mengenai implementasi pancasila sebagai ideologi nasional yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Serta dapat berupaya dalam menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Buku
Kaelan. 2010. Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma
Winarno. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta. PT Bumi Aksara
Moerdiono, dkk. 1992. Pancasila sebagai Ideologi dalam Berbagai Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara. Jakarta. BP-7 Pusat


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *