Contoh Makalah Kewirausahaan


Berikut adalah Contoh makalah kewirausahaan Untuk memenuhi Tugas Sandi Ambalan Urna Tunjung Ananta, Kalian juga dapat mengunduh file contoh makalah ini DISINI

MAKALAH KEWIRAUSHAAN

(Tugas Sandi Ambalan Urna Tunjung Ananta)

Kop Sandi Ambalan

Oleh:
ANI WULANDARI

GUGUS DEPAN LAMPUNG SELATAN
PANGKALAN SMA KARYA MATARAM
AMBALAN MAJAPAHIT
2019

DAFTAR ISI

Halaman Judul …………………
Halaman Persetujuan …………
Kata Pengantar …………
Daftar Gambar ………
Daftar Lampiran ……
Daftar Isi …………
1. Bab I Pendahuluan ………
1.1. Latar Belakang …………
1.2. Rumusan Masalah ………
1.3. Tujuan Dan Manfaat Penulisan …………
1.4. Metode Penulisan ………
1.5. Sistematika Penulisan ………
2. Bab II Landasan Teori ………
2.1
3. Bab III Pembahasan ……………
3.1
4. Bab IV Penutup ………
4.1. Kesimpulan …………
4.2. Saran …………
Daftar Pustaka ………

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mengembangkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa merupakan salah satu hal yang penting menjadi kesempatan kerja, pendapatan dan kesejahteraan bagi setiap orang/ individu. Dahulu poola pembelajaran kewirausahaan tidak secara formal dilembagakan,bekal motivasi dan sikap mental kewirausahaan terbangun secara alamiah, lahir secara keterbatasan dan semangat survival ditandai keteladanan kerja keras dari dosen atau model contoh, mahasiswa yang terlatih tempaan secara fisik dan mental melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari hari, akan menjadi tangguh untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah. Mahasiswa menjadi terlatih melihat sisi positif suatu sumber daya dan transformasikan menjadi manfaat yang nyata. Namun, pola pengembangan kewirausahaan masa lalu dianggap tidak sisteematik menghasilkan kewirausahaan. Kewirausahaan lebih ditentukan oleh bakat atau karakter individu,atau bawaan lahir tidak atas proses yang direncanakan.

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian Latar Belakang di atas maka dapat di munculkan beberapa Rumusan Masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan?
2. Bagaimana sejarah munculnya kewirausahaan ?
3. Bagaimana kerakteristik seorang Wirausahawan ?
4. Tahap-tahap berwirausaha?
Mengingat pembahasan Kewirausahaan Terlalu luas, maka makalah ini dibatasi dengan membahas kewirausahaa hanya secara umum saja.

1.3. Tujuan Dan Manfaat Penulisan
Berdasarkan Rumusan Masalah di atas maka dapat di ketahui Tujuan Penulisan Makalah ini sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui defenisi kewirausahaan.
2. Untuk mengetahui sejarah munculnya kewirausahaan.
3. Untuk mengetahui kerakteristik seorang Wirausahawan.
4. Untuk mengetahui sikap seorang Wirausahawan.
Berdasarkan dari Tujuan Penulisan Makalah di atas maka dapa di ketahui Manfaat dari Penulisan Makalah ini sebagai berikut:
1. Agar tercipta tenaga wirausahawan yang baik.
2. Agar menjadi acuan dalam penulisan makalah berikutnya.

1.4. Metodologi penulisan
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data secara pustaka yakni mengumpulkan data dari buku-buku tentang kewirausa

1.5. Sistematika Penulisan
Sistematika penyusunan tugas ini dibagi menjadi 3 bagian utama ,yang selanjutnya dijabarkan sebagai berikut:
Bagian Kesatu adalah pendahuluan, pada bagian pendahuluan ini di paparkan tentang latar belakang, masalah batasan, dan rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, sistematika penulisan.
Bagian Kedua yaitu landasan teori, pada bagian ini berisi tentang Landasan teori yang dikaji dari beberapa sumber guna memperkuat penulisan ini
Bagian Ketiga yaitu pembahasan, pada bagian ini merupakan bagian utama yang hendak dikaji dalam proses penyusunan penulisan. Penyususn berusaha untuk mendeskripsikan berbagai temuan yang berhasil ditemukan dari hasil pencarian sumber/bahan.
Bagian keempat yaitu keimpulan, pada kesempatan ini penyusun berusaha untuk mengemukakan terhadap semua permasalahan-permasalahan yang di kemukakan oleh penyusun dalam perumusan masalah.

BAB II
LANDASAN TEORI

Pengertian Kewirausahaan
Beberapa pengertian kewirausahaan adalah sebagai berikut.

1. Kewirausahaan adalah suatu proses seseorang guna mengejar peluang-peluang memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi, tanpa memperhatikan sumber daya yang mereka kendalikan (Robin, 1996).

2. Kewirausahaan adalah mental dan sikap jiwa yang selalu aktif berusaha meningkatkan hasil karyanya dalam arti meningkatkan penghasilan.

3. Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal jasa dan risiko, serta menerima balas jasa, kepuasan, dan kebebasan pribadi.

4. Dalam lampiran Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 1995, tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan (GNMMK), kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan keuntungan yang lebih besar.

Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah sebagai berikut.

1. Wirausaha adalah orang yang berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain (Gede Prama, SWP, 09/XI/1996).

2. Pandangan menurut seorang businessman, wirausaha adalah ancaman, pesaing baru atau juga bisa seorang partner, pemasok, konsumen, atau seorang yang bisa diajak kerja sama.

3. Pandangan menurut seorang pemodal, wirausaha adalah seorang yang menciptakan kesejahteraan untuk orang lain yang menemukan cara-cara baru untuk menggunakan resources, mengurangi pemborosan, dan membuka lapangan kerja yang disenangi oleh masyarakat.

4. Pandangan menurut seorang ekonom, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan skill untuk tujuan berproduksi.

5. Pandangan menurut seorang psychologis, wirausaha adalah seorang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam untuk memperoleh sesuatu tujuan, suka mengadakan eksperimen atau untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.

6. Menurut Schumpeter, wirausaha merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidangteknik dan komersial.

7. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yg pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat guna dalam memastikan kesuksesan.

BAB III
PEMBAHASAN

1. TAHAP – TAHAP UNTUK MEMULAI BERWIRAUSAHA
Kunci sukses menjadi seorang entrepreneurship/wirausahawan bukan terletak pada banyaknya uang yang dimiliki atau besarnya pasar, tapi terletak pada kemampuan melewati tahap-tahap berikut :

Pertama, mampu menghilangkan mental blocking/halangan mental. Ini artinya mampu mengalahkan diri sendiri, karena hambatan terbesar berasal dari diri kita sendiri. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan mental blocking ini, yaitu :

-Hitung resiko terbesar dan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi
-Hitung kemampuan untuk menanggung hal terburuk itu
Bisnis tentulah mengandung resiko. Oleh karena itu, seorang pemula diharapkan memilih bisnis yang beresiko kecil seperti dagang.
Kedua, mampu menguasai pasar.
Ini berarti :
-Tahu ke mana membeli barang dengan lebih murah
-Tahu ke mana menjual barang dengan lebih mahal
Bila pasar telah dikuasai dan volume penjualan mulai meningkat, hal yang harus dilakukan adalah melihat kemungkinan memproduksi sendiri barang tersebut.

Ketiga, mampu memproduksi sebagian barang sesuai tuntutan pasar yang tidak dapat dipenuhi pemasok, sehingga perlu diproduksi sendiri.
Secara perlahan harus mulai pula diperhitungkan untung ruginya memproduksi barang walaupun barang tersebut dapat diproduksi oleh pemasok. Dengan semakin besarnya volume penjualan dan produksi, jumlah karyawan pun akan semakin banyak. Pada tahap ini dperlukan pembenahan manajemen organisasi.

Keempat, mampu mengatur organisasi dengan efektif dan efesien. Dengan semakin banyaknya jumlah karyawan, maka masalah antar karyawan bertambah pula. Oleh karena itu, perlu dibuat peraturan yang jelas yang mengatur hak dan keawajiban, atau pun mengatur pembagian pekerjaan di antara pekerja. Di sini perusahaan memerlukan dana tambahan untuk mengembangkan usahanya.
Kelima, mampu menarik dan menyakinkan pemilik modal untuk ikut serta dalam bisnis yang kita laksanakan ini.

2. SIFAT – SIFAT YANG HARUS DIMILIKI SEORANG WIRAUSAHA
Sifat-sifat yang harus dimiliki seorang wirausaha untuk mencapai puncak karir yaitu:
-Mau kerja keras (Capacity for Hard Work), sikap kerja keras harus dimiliki oleh seorang wirausahawan. Unsur disiplin memainkan peranan penting. Sebab bagaimana orang mau bekerja keras jika disiplin tidak ada.
-Bekerjasama dengan orang lain(Getting Things Done With &Through People), seorang wirausahawan mudah bergaul, disenangi oleh masyarakat. Dia tidak suka fitnah, sok hebat, arogan, tidak suka menyikut, menggunting dalam lipatan.
-Penampilan yang baik (Good Appearance), bukan berarti penampilan muka yang elok tetapi lebih ditekankan pada penampilan perilaku jujur, disiplin.
-Yakin (Self Confidence), diimplementasikan dalam tindakan sehari-hari, melangkah pasti, tekun, sabar, tidak ragu-ragu. Setiap hari otaknya berputar membuat rencana dan perhitungan alternatif.
-Pandai membuat keputusan (Making Sound Decision), Jika anda dihadapkan pada alternatif, harus memilih, maka buatlah pertimbangan yang matang. Kumpulkan berbagai informasi, boleh minta pendapat orang lain, setelah itu ambil keputusan.
-Mau menambah ilmu pengetahuan (College Education), Pendidikan baik formal maupun non formal akan sangat membantu seseorang menemukan dan mengembangkan jiwa serta operasional wirausaha. Akan tetapi, hal yang penting disini adalah adanya tambahan pengetahun.
-Ambisi untuk maju (Ambition Drive), seorang wirausahawan dituntut pantang menyerah. Dan harus punya semangat tinggi, mau berjuang untuk maju. Orang yang gigih dalam menghadapi pekerjaan dan tantangan biasanya banyak berhasil dalam kehidupan.
-Pandai berkomunikasi (Ability to communicate), berarti pandai mengorganisasi buah pikiran ke dalam bentuk ucapan-ucapan yang jelas, menggunakan tutur kata yang enak didengar, mampu menarik perhatian orang lain. Komunikasi yang baik, diikuti dengan perilaku jujur, konsisten dalam pembicaraan akan sangat membantu seseorang mengembangkan karir di masa depan.

3. PRINSIP – PRINSIP YANG HARUS DIPEGANG SEORANG WIRAUSAHA
prinsip penting yang harus dipegang seorang wirausaha agar bisa sukses yaitu:
Kedewasaan seorang entrepreneur amat ditentukan oleh sebarapa tegar ia menghadapi tantangan-tantangan yang datang. Ia tak mudah putus asa meski jatuh berkali-kali. Ketika jatuh, ia segera berdiri dan melihat masalah yang dihadapinya sebagai jalan menuju kesuksesan berikutnya. Risiko baginya adalah bibit kesuksesan bukan musibah.
Dalam menghadapi berbagai risiko, seorang entrepreneur unggulan harus memiliki sejumlah tips sehingga ia lebih mudah merefleksikan risiko di depan mata guna mencari jalan keluarnya. Salah satu tips menjadi entrepreneur unggulan dicetuskan oleh dari pakar manajemen bisnis, Dr. Rhenald Kasali. Menurutnya, ada 4 prinsip penting yang harus dipegang agar seseorang bisa sukses berwirausaha, yaitu:

– Reputasi
Senantiasa menjaga reputasi (nama baik). Hal ini amat penting sebab tanpa nama baik tidak mungkin kita mendapatkan kepercayaan orang. Tidak ada kepercayaan, tidak ada bisnis.

– Tumbuh dari bawah.
Sukses tidak mungkin dicapai dalam semalam. Sukses senantiasa dimulai dengan langkah kecil bahkan dari nol. Tentu titik nol bagi setiap orang tidaklah sama. Sebagai contoh, jika kita pernah kuliah atau bekerja maka setidaknya kita sudah punya jaringan dan pengetahuan dasar atau paling tidak cara berpikir yang lebih maju dibandingkan mereka yang belum pernah kuliah atau kerja.

– Konsentrasi.
Jika kita telah memutuskan untuk masuk ke bidang tertentu maka kita harus fokus dan berkonsentrasi. Jangan satu belum beres, sudah mau memulai bidang yang lainnya. Konsentrasi juga menuntut ketekunan kita. Percayalah, di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan ketekunan. Jangan mudah putus asa!

– Anti kerumunan.
Tidak terjun ke tempat atau bidang yang telah banyak dimasuki orang (bukan pengikut) kecuali mampu memberikan nilai lebih yang membedakan kita dengan pemain sebelumnya. Misalnya kualitas produk yang lebih baik dan lebih murah dari pesaing. Maka alangkah baiknya jika kita memulai sebuah bisnis bukan dengan motivasi latah atau sekadar ikut-ikutan saja. Ciptakan sesuatu yang berbeda!

Sejarah Munculnya Kewirausahaan

Kewirausahaan merupakan padanan kata entrepreneurship, sedang wirausaha atau wiraswasta merupakan orang yang memiliki sifat kewirausahaan (padanan kata entrepreneur). Berbagai studi mengenai kewirausahaan dan bagaimana membentuknya telah banyak dilakukan terutama dalam literatur-literatur asing, demikian pula berbagai seminar mengenai topik ini banyak dilakukan, malah ada universitas yang mengembangkan studi mengenai kewirausahaan.
Robert D. Hisrich dalam bukunya Entrepreneurship1 pada bagian pengantar menyatakan bahwa wirausaha sangat berperan dalam memulai dan mengoperasikan suatu bisnis baru, mereka terlibat dalam mempertimbangkan resiko dan segala upaya untuk menciptakan sesuatu yang baru atau dengan kata lain wirausaha berperan menciptakan suatu bisnis dan mengembangkannya. Wirausaha bisa laki-laki, perempuan, berlatar belakang dari golongan atas atau golongan bawah, seorang teknolog atau bukan teknolog, atau mempunyai pendidikan tinggi mungkin pula seseorang yang drop out.

Karakteristik Wirausaha
Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankankegiatan usahanya atau bisnisnya. Seorang wirausaha bebas merancang, menentukan, mengelola dan mengendalikan semua usahanya. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu ke waktu, seorang wirausaha selalu meningkatkan usahanya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa henti karena dengan berkreasi dan berinovasilah semua peluang dapat diperolehnya.

Pada hakekatnya, semua orang memiliki jiwa seorang wirausaha, yang artinya semua orang bisa menjadi wirausaha. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menjadi wirausaha yang dapat dikarenakan oleh beberapa faktor, diantaranya faktor ekonomi, faktor lingkungan, dan sebagainya. Faktor ekonomi yang dapat menyebabkan seseorang tidak bisa menjadi seorang wirausaha dapat berupa ketidakadaannya dana untuk membangun sebuah usaha sehingga menghambat orang tersebut tidak berwirausaha. Faktor lingkungan yang menyebabkan seseorang tidak bisa menjadi seorang wirausaha adalah karena masyarakat yang tidak mendukung berjalannya sebuah usaha yang dimiliki oleh orang tersebut. Faktor lain yang dapat menyebabkan orang tidak bisa menjadi wirausaha adalah faktor dari dalam diri orang tersebut, yang dapat berupa kurangnya minat atau keberanian dari dalam diri seseorang untuk menjadi seorang wirausaha. Karena untuk menjadi seorang wirausaha, kita harus siap untuk gagal. Dan hal tersebutlah yang jarang dimiliki oleh masyarakat pada umumnya.

Keengganan masyarakat untuk mendirikan sebuah usaha menjadikan mereka ketergantungan terhadap orang lain. Mereka lebih menyukai bekerja pada orang lain dan dibayar oleh orang lain daripada bekerja untuk diri sendiri dan mempekerjakan orang lain. Padahal, negara-negara berkembang seperti negara Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang mempunyai jiwa wirausaha untuk mengurangi masalah terbesar di Indonesia, yaitu pengangguran.

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri atau karakteristik seorang wirausaha yang jarang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.
1. Memiliki Rasa Percaya Diri, Berorientasi pada Tugas dan Hasil, Berani Mengambil Resiko, Memiliki Jiwa Kepemimpinan,Keorisinilan, Berorientasi ke Masa Depan, Jujur dan Tekun,Memiliki Motif Berprestasi Tinggi, Memiliki Kreativitas Tinggi. Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi,Selalu Memiliki Komitmen dalam Pekerjaan, Etos Kerja dan Tanggung Jawab, Mandiri atau Tidak Ketergantungan pada Orang Lain, Selalu Mencari Peluang, Memiliki Kemampuan Manajerial
Penentuan potensi kewirausahaan dibawah ini hal-hal yang bisa memberikan potensi bagi kewirausahaan:
1. Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n-Ach tinggi
2. Kemampuan inovatif
3. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
4. Keinginan untuk berprestasi
5. Kemampuan perencanaan realistis
6. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
7. Obyektivitas
8. Tanggung jawab pribadi
9. Kemampuan beradaptasi
10. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
Kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai dengan modal da resiko yang mungkin dihadapinya serta menerima balas jasa berupa kepuasan dan kebebasan pribadi.

Saat ini relatif susah mencari pengusaha muda yang sukses di Indonesia. Namun ada salah satu pengusaha muda Indonesia yang dapat dijadikan panutan yaitu Sandiaga S Uno. Sandi selalu berpikir jauh kedepan bahkan di luar koridor, berpikir yang tidak pernah terlintas di benak orang lain. Itulah salah satu resep sehingga ia bisa sukses sampai sekarang.

Kunci sukses menjadi seorang wirausahawan bukan terletak pada banyaknya uang yang dimiliki atu besarnya pasar, tapi terletak pada kemampuan untuk menghilangkan mental blocking / halangan mental, mampu menguasai pasar, dan mampu mengatur organisasi dengan efektif dan efisien.

Kedewasaan seorang wirausahawan ditentukan oleh seberapa tegar ia menghadapi tantangan yang datang. Ia tidak mudah putus asa meski jatuh berkali – kali . Ketika jatuh ia segera bangkit dan melihat masalah yang dihadapinya sebagai batu sandungan menuju kesuksesan.

SARAN
Motivasi Pemerintah Selama krisis ekonomi yang berawal pada pertengahan tahun 1997, sektor agribisnis termasuk didalamnya bisnis kecil secara nyata telah mampu menjadi stabilizer perekonomian di Indonesia. Hal ini terbukti masih tetapnya usaha-usaha agribisnis berproduksi, terutama usaha menengah dan usaha kecil. Jika ini yang terjadi haruslah ada intervensi pemerintah sebagai regulasi dalam memotivasi bertumbuhnya wira-wira usaha baru sehingga perekonomian nasional dapat segera bangkit.

Para pemimpin Bisnis Kecil, belajarlah lebih banyak lagi Para pemimpin bisnis kecil, pandanglah masa depan perusahaan anda sebagai sebuah masa depan yang terus dapat di wariskan sehingga anda dapat mengelola bisnis secara profesional, manjauhkan diri dari kekuasan mutlak, kesewenang-wenangan.

Kategori
Artikel selanjutnya

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *