Contoh Makalah Observasi Tahu

MAKALAH

TENTANG OBSERVASI TAHU

Disusun Oleh :

AJENG FADILAH

BUNGA OKTAVIA

DELITA AUDIRA ARTHA

AYUNI NURUL

ERIK PERMATA

MUHAMMAD KABUL ALMAS

 

SMA Negeri 1 Tanjung Bintang
Lampung Selatan
TAHUN AJARAN 2018/2019

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmatNya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.
Kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk para pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kami yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman Kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

 

BAB I
PANDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia merupakan Negara Agraris yang subur beriklim tropis. Sehingga penduduk Indonesia dapat memanfaatkannya dengan menanam berbagai macam tanaman. Salah satunya adalah kacang kedelai. Kacang kedelai tersebut banyak mengandung gizi yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan jasmani. Selain dapat dikonsumsi kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam makanan seperti tahu.

Karena pada kenyataannya proses pembuatan tahu tidaklah terlalu rumit, oleh karena itu banyak masyarakat yang menjadikan pembuatan tahu sebagai penghasilan keluarga. Oleh karena itu dibuatnya makalah ini agar masyarakat atau pembaca dapat mengetahui proses pembuatan tahu dan bisa dijadikan pedoman baginya untuk memulai usaha.

Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai makanan rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, misalnya tahu Sumedang, tahu Kediri, begitu juga tahu serasi Bandungan.
Untuk menikmati tahu tahu digoreng terlebih dahulu dan penjual biasanya menyediakan sambel kecap yang dibuat dengan bawang goreng dan irisan cabai. Sebaiknya selagi hangat tahu dicocolkan ke sambel kecap.

B. Rumusan masalah
1. bagaimana sejarah pendirian usaha?
2. Bagaimana analisa produksinya ?
3. Bagaimana deskripsi alur dalam pemasaran ?
4. Bagaimana memanajemen keuangan dan karywan ?

C. Tujuan Kegiatan
1. Mengetahui jenis usaha yang ditekuni oleh salah seorang warga yang bernama ibu Subiyati.
2. Mengetahui proses pembuatan/pengolahan.
3. Mengetahui proses pemasaran.

D. Manfaat Kegiatan
Manfaat dari kegiatan observasi ini yaitu menambah wawasan mahasiswa tentang dunia luar khususnya dalam bidang usaha/industri rumah tangga, mulai dari jenis barang yang dihasilkan, proses pembuatan, dan pemasarannya.

 

BAB II
PEMBAHASAN

Tahu adalah makanan yang terbuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi, Tahu berasal dari Tiongkok, seperti halnya kecap,tauco,bakpau,dan bakso,nama tahu merupakanserapan dari bahasa Hokkian ( Tauhu ) yang secara harfiah berarti
“ kedelai terfermentasi’ Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu.
Penemunya adalah LIUAN yang merupakan seorang bangsawan,cucu dari kaisar Han Gauozu,Liu bang yang mendirikan dinasti Han.
Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu,tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning Karena populernya, tahu menjadi bagian yang tak terpisahkan tempat makan berbagai tingkat social di Indonesia bersama-sama dengan tempe. Di Kediri tahu kuning menjadi makanan khas tahu ini di kenal sebagai tahu takua.
Temapat lain yang teropsesi dengan tahu adalah sumedang ( Tahu sumedang )
Tahu masih terkait dengan kembang tahu dan tauhue ( juga si sebut sebagai kembang tahu ) menurut cara pembuatannya aneka makanan yang melibatkan tahu antara lain tahu bacem,tahu bakso,tahu campur,tahu guling,tahu isi ( tahu bunting ),perkedel tahu,kerupuk tahu,tahu pedas,dan tahu kripsi

A. Alat-alat pembuatan tahu
Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan tahu adalah sebagai berikut :
– Ember
– Mesin pengiling kedelai / blender
– Panci
– Kain saring 2
– Baskom besar
– Tempat pencetakan tahu
– Tempat pemisahan ampas
– Saringan
– Gayung
– Kompor

B. Bahan-bahan penbuatan tahu
Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan tahu yaitu ;
a. Kedrlai pilihan
Kedelai merupakan bahan utama dalam pembuatan tahu
b. Asam cuka
Fungsi dari cuka yaitu agar tahu dapat bertahan lama
c. Air
Air dibutuhkan untuk mencuci,merendam,dan merebus kedelai
C.Langkah_langkah pembuatan tahu
Langkah kegiatan biotehnologi pembuat tahu adalah sebagai berikut :
1. Pemilihan kacang kedelai yang bagus
2. Cuci bersih kacang kedelai yang akan digunakan
3. Rendam kedelai selama kurang lebih 8 jam
4. Kedelai yg telah direndam kemudian di giling hingga halus dan lembut, dan janganlupa deberi air agar hasilnya tidak mengental
5. Kemudian saring menggunakan saringan yang dilapisi dengan kain hingga bubur kedelai sampai terpisah antara ampas dan air tahu
6. Kemudian masak air kedelai sampai mendidih atau berbusa,
7. Air susu kedelai yang sudah masak dimasukan kedalam baskom dan di dinginkan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan cuka sebanyak 100 ml, cuka diisi kedalam sari kedelai dengan perlahan dan diaduk pelan pelan sampai sari kedelai menggumpal dan terpisah dari air. Dan diamkan selama 30 menit suhu kedelai akan terpisah menjadi tahu dan air
8. Sari kedelai yang sudah menggumpal dimasukan kedalam cetakan tahu dan dipres kemudian tindih dengan pemberat atau di tekan tekan sehingga semua air keluar
9. Keluarkan dari cetakan potong sesuai dengan yang di inginkan.

D. PENYORTIRAN DAN PENCUCIAN
Sebelum digiling biji-biji kedelai itu harus dipilih terlebih dahulu. Caranya adalah dengan meletakan biji-biji kedelai itu pada tampah kemudian ditampi, tujuan dari pemilihan ini untuk mendapatkan kedelai yang bersih, bebas dari kotoran sehingga menghasilkan produk tahu yang berkualitas, biji- biji kedelai yang sudah bersih itu kemudian dimaksukan kedalam ember erisi air dimana airnya mengalir, sehingga kotoran yang melekat maupun tercampur diantara biji biji dapat hilang

E. PERENDAMAN
Setelah kedelai itu dicuci kemudian kedelai direndam selama 8 jam. Perendaman kedelai dimasukan agar kedelai menyerap air sehingga lebih lunak dan kulitnya mudah di kupas. Cara mengupas kulit kedelai ini adalah dengan meremas remas kedelai dalam air kemudian dicuci hinga biji-biji kedelai kelihatan bersih.

F. PENGGILINGAN
Keping keeping kedelai ditambah air panas dan dimasukan kedalam alat penggilingan / blender. Air panas dengan tujuan untuk menonaktifkan enzim lipoksigenzi dalam kedelai yang menyebabkan bau langu.

G. PENYARINGAN
Setelah didinginkan bubur kedelai ini selanjutnya disaring untuk mendapatkan sari kedelai, caranya bubur kedelai diletakan diatas kain mori kasar kemudian di saring dengan menggunakan kain tersebut, bila perlu ampas saringan diperas lagi dengan menambah sedikit air, penyaringan ini dapat dilakukan berulang kali hingga diperoleh sari kedelai yang optimal, selai sari kedelai kita juga mendapatkan hasil lai yaitu ampas tahu yang dapat dijadikan pakan ternak dan tempe gambus

H. PENDIDIHAN
Setelah digiling bubur kedelai tadi dididihkan, pendidihan ini bertujuan untuk menonaktifkan zat antinutrisi kedelai dan meningkatkan nilai cerna,
Cara pendidihan bubur kedelai dimasukan ke dalam wajan lalu dipanaskan diatas kompor karena bubur kedelai ini masih kental maka perlu ditambahkan air selama pendidihan ini akan mengeluarkan busa naka agar busa tidak tumpah perlu di aduk, lama pendidihan ini sekitar 15-25 menit, selanjutnya sari kedelai yang masih hangat dan berwarna kekuningan itu ditambah dengan batu tahu atau air cuka sehingga timbul jonjot jonjot putih. Pengumpulan ini berlangsung selama 10 menit agar mendapat protein yang sempurna.

I. PENCETAKAN
Proses selanjutnya adalah pencetakan, pertama tama dimulai dengan pemisahan air asam atau cuka yang terdapat diatas endapan dengan cara meletakan tampah diatas endapan kemudian diselang atau diambil dengan gayung setelah itu barulah gempalan protein dimasukan kedalam cetakan yang bagian alasnya dihamparkan kain mori, jika cetaka telah berisi penuh dengan gumpalan protein kain mori dilipat bagian atasnya dan diatas kain diletakan pemberat (batu) sekitar 3 menit akhirnya jadilah tahu yang kemudian akan dipotong potong sesuai dengan keinginan kita.
Manfaat tahu mencegah penyakit jantung sejumlas study dalam berapa tahun terakhir telah menunjukan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan zat kalesterol buruk tanpa menurunkan HDL (Kolesterol Baik ) yang menyeabkan penurunan resiko penyakit jantung.
Tahu merupakan sumber makanan yang kaya zat besi, yang menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan manfaat tahu meningkatkan prouksi energy oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energy tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam menguransi gejala rematik, artriktis makanan yang berasal dari kedelai seperti tahu mengandung isoflafon (fitnestrogen atau estrogen tanaman ) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.

 

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Ibu Yuli yang merupakan Ibu Rumah Tangga di desa srikaton tanjung bintang. Ibu Yuli memasarkan tahu dipasar – pasar kecil dalam kawasan tanjung bintang pemasaran tahu milik Ibu Yuli mengalami perkembangan, seiring berjalannya waktu.

Tahu merupakan kandungan nilai gizi yang tinggi, rasanya yang enak serta menyehatkan. Bahan dasar yang diperlukan dari pembuatan tahu adalah kedelai, garam dan air.

Alat produksi Dalam memproduksi tahu di perlukan beberapa alat bantu berupa :

1. Tungku
2. Kayu Bakar
3. Ember
4. Wajan
5. Gayung
6. Saringan besar
7. Kain sifon
8. Plastik
9. Lempeng, dan
10. Rak.

B. SARAN

Seharusnya dalam pembuatan tahu ini hal yang paling utama diperhatikan adalah kebersihan yang seperti pernyataan diatas yaitu dalam hal berpakaian pekerja disarankan memakai pakaian yang tertutup. Proses penyaringan yang menggunakan kain pastikan kain yang digunakan bersih dan steril.

Sebaiknya menyediakan tempat khusus (toko pribadi) sebagai sarana pemasaran, kemasan dibuat lebih menarik, dan Ibu Yuli lebih bervariasi dalam menghasilkan produk, sehingga bukan hanya tahu mungkin ampas tahu bisa dibuat dages, krupuk, dages dan lain-lain

Bagi para pembaca diharapkan lebih dapat terinspirasi untuk mengembangkan pengetahuan, seperti mencoba membuat tahu sendiri untuk membantu melestarikan makanan khas Indonesia yang satu ini, yaitu tahu.

DAFTAR PUSTAKA

swinarti Fibria. 2007. Studi Kasus Industri Tahu Tandang Semarang, Sederhana Kendal dan Gagak Sipat Boyolali
https://azzahra-official.com/contoh-makalah-observasi-tahu/

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *