Contoh Proposal Ekonomi Kreatif


Berikut contoh tugas proposal ekonomi kreatif pembuatan kue kering, kalian juga dapat mengunduh file contoh proposal ini melalui link dibawah

DOWNLOAD PROPOSAL

Contoh Proposal Ekonomi Kreatif Kue Kering

Kop Smansa Tabin

DISUSUN OLEH:
ELYN MAULINA
KUSPRIYANTI
LUKY DERIYANTO
MUHAMAD FARHAN
SISKA NURVIANA DEWI

KELAS XII IPS 3

SMAN 1 TANJUNG BINTANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PROVINSI LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2019/2020

BAB 1
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Selama ini masih banyak orang yang berfikiran bahwa kue kering adalah salah satu jenis sajian yang hanya ada pada saat hari raya dan acara-acara khusus lainnya. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika melihat sebagian kalangan masyarakat menganggap bahwa usaha kue kering itu sebagai usaha yang musiman.Selain itu juga kami menyiapkan aneka parsel untuk acara-acara tertentu maupun saat hari raya, karena sifatnya musiman maka usaha kue kering tidak dapat dijadikan sebagai sumber mata pencaharian yang bisa diandalkan setiap tahunnya.

Bukan rahasia lagi, jika bisnis kue memang paling mendulang di saat hari raya besar. Tetapi jika kita tidak dapat mencermati dan memanfaatkan setiap peluang usaha yang ada, sekecil apapun usaha itu maka usaha kue kering dapat dijalankan setiap hari. Dengan adanya kreativitas dari kita maka usaha yang akan kita kembangkan tidak akan sia-sia dan akan terus maju mengikuti perkembangan zaman.

2. TUJUAN

a. Mencari keuntungan atau laba.

b. Menarik minat konsumen untuk merasakan makanan yang sudah cukup terkenal.

c. Mencapai target penjualan.

d. Berguna merencanakan pembangunan usaha kecil menengah yang bergerak dalam bidang produksi sekaligus penjualan makanan (kue kering).

BAB 3
PRODUKSI

Didalam proses pembuatannya kue kering keadaan atau tempat produksi  haruslah bersih dan higenis. Agar pembuatan kue tidak terhambat dengan keadaan setempat. Selain itu tempat juga menjadi cerminan dalam pembuatan kue kering, karena jika tempat pembuatan kue tidak bersih otomatis kue yang dibuat terkena kotoran dan mudah terjangkit penyakit. Dan semua ini akan dapat mengurangi rasa dari kue tersebut. Maka dari itu tempat produksinya harus bersih dan terjaga dari kotoran. Dan kue-kue basah dan kering yang dihasilkan pun dapat masak dengan benar dan jauh dari asumsi negatif dari tempat yang tidak bersih.

Bahan yang Dibutuhkan;

Bahan dasar

-200 gr mentega

-150 gr gula halus

-½ sdt vanili bubuk

-1 kuning telur

-100 gr coklat bubuk
Bahan ayak

-300 gr tepung terigu protein sedang

Bahan tambahan

-Wijen

Alat Produksi

-Mixer atau alat pengaduk manual

-Tempat untuk mengaduk adonan (baskom)

-Sendok

-Timbangan kue

-Gelas ukur

-Loyang

-Oven manual atau microwave

-Kompor

-Toples mika plastic

Cara prembuata

-Kocok mentega, gula halus, vanili bubuk, dan kuning telur hingga
lembut, lalu masukkan tepung terigu dan coklat bubuk, kemudian aduk rata.

-Masukkan adonan ke dalam cetakan kue

-Taburkan wijen dan lain lain.

-Panggang dalam oven bersuhu ±130C hingga matang kecoklatan kurang lebih 25 menit.

-Lalu angkat.

-Dinginkan.

-Segera masukkan ke dalam toples mika plastik

BAB 4
KEUANGAN

Biaya Produksi

  1. Mentega Rp. 3.500/pack
  2. Gula pasirRp. 11.000/kg
  3. VaniliRp. 2000/botol
  4. Telur Rp. 13.500/kg
  5. Tepung terigu Rp. 7.000/kg
  6. Coklat bubuk Rp. 5.000/pack
  7. Wijen Rp. 5.000/bks

Biaya peralatan (gas LPG + listrik)/paket  = Rp. 10.000
Total biaya produksi kue perpaket

= biaya bahan + biaya peralatan

= Rp. 19.300 + Rp. 10.000

= Rp. 29.300

2 Harga Jual

-Kemasan kecil(10 bungkus)

Harga

Perbungkus = Rp. 5.000

Total= 10 x Rp. 5.000= Rp. 50.000

-Kemasan besar(2 bungkus)

Perbungkus = Rp. 23.000

Total= 2x Rp. 23.000= Rp.46.000

Laba/keuntungan

Laba untuk kemasan kecil

= total harga-total biaya produksi

= Rp.50.000 –Rp.29.300

= Rp. 20.700

Laba untuk kemasan besar

= total harga -total biaya produksi

= Rp.46.000–Rp.29.300

= Rp.16.700

BAB 5
PENUTUP

Kesimpulan dengan berjalannya proses pembuatan kue ini dan sampai menghasilkan kue kering menjadikan bermacam–macam kue yang dapat di jual dan melakukan transaksi terhadap penjual dan pembeli. Hal ini tentu saja telah membuktikan bahwa berbisnis dapat kita lakukan atau kita produksi di mana saja. Kritik dan saran dalam penyusunan proposal ini kami harapkan dari para pembaca. Penyusun sangat mengharapkan adanya kritik dan saran demi penyempurnaan proposal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *