Kulit pisang sebagai bahan baku baterai kering ramah lingkungan


Karya Tulis Ilmiah Kulit pisang sebagai bahan baku baterai kering ramah lingkungan

Karya ilmiah ini adalah hasil pemikiran saya sendiri, tapi masih di bantu oleh Bunda sih, yang kebetulan dia adalah guru di sekolah ku sendiri yang mengajar Fisika. Dan saya rasa karya ilmiah itu adalah hasil dari pemikiran seseorang yang telah di buat dan di tuangkan dalam tulisan berdasarkan penelitian ilmiah yang telah di teliti oleh penelitinya dalam jangka waktu tertentu.
Dan di sini saya mau memperlihatkan hasil karya tulis saya yang berjudul “Kulit pisang sebagai pasta pengganti baterai kering ramah lingkungan”, tapi sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang karya tulis saya ini. Pasti Anda sudah tidak asing dengan beragam tumbuhan pisang, nah apakah Anda tau bahwa kulit pisang berpotensi menjadi pengganti pasta baterai kering ramah lingkungan, dan pasti di otak Anda langsung berfikir “kok bisa ya, mengapa kulit pisang bisa menjadi pengganti pasta baterai?” nah mengapa kutit pisang saya katakan berpotensi menjadi pengganti pasta baterai kering ramah lingkungan, karena yang saya ketahui bahwa di dalam kulit pisang mengandung magnesium (mg), garam sodium dan yang paling banyak adalah kalium, baik mg, garam sodium dan kalium ini termasuk logam dan di mana yang saya ketahui logam adalah penghantar elektrolit yang kuat. Namun sayangnya kebanyakan manusia jarang berpikir untuk mendaur ulang (recycle) kebutuhan-kebutuhan yang sudah mereka konsumsi, melainkan mereka hanya membuang limbahnya begitu saja,tanpa berfikir untuk memanfaatkannya.Ibarat sebuah pepatah habis manis sepah dibuang. Ibarat tersebut tak jauh berbeda ketika kita mengkonsumsi buah pisang,kemudian membuang limbah kulitnya disembarang tempat.Jarang sekali orang berfikir untuk memanfaatkan kembali limbah kulit pisang tersebut ,padahal tanpa kita sadari sebenarnay kulit pisang berpotensi menjadi baterai kering ramah lingkungan.
Oh iya karya tulis ilmiah saya ini alhamdulillah pernah mendapatkan juara 1 di tingkat kabupaten dan juara 3 di tingkat provinsi hehehhee, dan inilah hasil karya tulis ilmiah saya, silahkan di baca dan semoga bermanfaat tentunya

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Saat ini, sebagian besar kebutuhan akan energi listrik dipenuhi oleh sumber energi yang kurang layak. Sumber energi listrik yang berasal dari batu bara dan mesin disel dengan bahan bakar solar tidak layak karena menimbulkan polusi udara, dan sumbernya bukanlah yang dapat diperbaharui dalam waktu singkat. Kedua sumber energi tersebut dapat habis dalam jangka waktu yang mungkin tak lama lagi.
Alam semesta menyediakan berbagai kebutuhan manusia. Kebutuhan tersebut, dibutuhkan manusia untuk melangsungkan dan memenuhi segala tuntutan hidup. Manusiapun mulai berpikir untuk memanfaatkan kekayaan alam guna memenuhi kebutuhan hidup mereka. Seringnya manusia menggunakan otaknya untuk berpikir, maka semakin cerdaslah pikiran manusia untuk mengolah dan memanfaatkan alam semesta ini. Namun kecerdasan itu membuat manusia terlupa akan kebutuhan yang diberikan alam terbatas, sedangkan manusia menggunakannya tanpa batas.

Kebanyakan manusia jarang berpikir untuk mendaur ulang (recycle) kebutuhan-kebutuhan yang sudah mereka konsumsi, melainkan mereka hanya membuang limbahnya begitu saja,tanpa berfikir untuk memanfaatkannya.Ibarat sebuah pepatah habis manis sepah dibuang. Ibarat tersebut tak jauh berbeda ketika kita mengkonsumsi buah pisang,kemudian membuang limbah kulitnya disembarang tempat.Jarang sekali orang.

berfikir untuk memanfaatkan kembali limbah kulit pisang tersebut ,padahal tanpa kita sadari sebenarnay kulit pisang berpotensi menjadi baterai kering ramah lingkungan.

Kata baterai mungkin sudah tidak asing didengar,namun baterai dan kulit pisang mungkin baru sekali didengar.Baterai adalah sebuah alat yang digunakan untuk menyimpan tenaga listrik.Baterai sebagai sumber energi alat-alat elektronik seperti jam dinding,radio,senter dan alat-alat elektronik lainnya. Begitu banyaknya peranan baterai bagi kehidupan manusia,namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa baterai yang kita gunakan sehari-hari sangat berbahaya baik untuk kita maupun alam sekitar.

Baterai mengandung berbagai macm logam berat seperti : merkuri,mangan, timbal,nikel,lithium dn kadmium. Jika baterai dibuang sembarangan,maka logam berat yang terkandung didalamnya mencemari air dan tanah serta membahayakan bagi kesehatan.

Limbah baterai tidak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga membahayakan sumber daya alam, karena mengandung logam berat dan elektrolit korosif yang dapat mencemari tanah dan air. Jika limbah baterai dicampur dengan limbah padat lainnya dari waktu kewaktu kandungan berbahaya di dalamnya dapat mengancam kehidupan ikan,  tanaman,  perusakkan lingkungan dan secara tidak langsung mengancam kesehatan manusia.

Peristiwa seperti ini apabila dibiarkan berlarut-larut bukan hanya kesehatan kita yang dirugikan ,tetapi alam juga ikut merasakan kerugian tersebut. Jadi harus ada pengganti bahan kimia gtersebut,salah satunya pengembangan potensi-potensi kulit buah sebagai baterai ramah lingkungan.

Limbah kulit pisang memiliki banyak manfaat,seperti bahan pembuatan pasta pada baterai. Cara membuat pasta dari kulit pisang cukup mudah dan pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pengganti pasta baterai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Hal inilah yang melatar belakangi penelitian tentang potensi kulit pisang (Musa paradisiaca) sebagai baterai kering ramah lingkungan dan untuk memanfaatkan kekayaan alam disekitar untuk mengurangi dampak krisis energi, selain itu melimpahnya pohon pisang di Barabai yang belum dimanfaatkan secara maksimal menarik penulis untuk melakunan inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit pisang sebagai bahan pengganti pasta dalam baterai.

1.2. Rumusan Masalah.

Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah kulit pisang memiliki potensi menjadi baterai ramah lingkungan
2. Apakah jenis kulit pisang berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku baterai kering ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui apakah kulit pisang memiliki potensi menjadi baterai ramah
lingkungan.
2. Mengetahui apakah jenis kulit pisang berpengaruh terhadap pembuatan bahan baku baterai kering

1.4 Manfaat Penelitian

Karya tulis ilmiah yang dibuat dapat dimanfaatkan, sebagai :
1. Bagi penulis, untuk menambah pengalaman dalam membuat karya tulis.
2. Bagi institusi (sekolah), sebagai bahan referensi untuk perpustakaan sekolah.
3. Bagi masyarakat, sebagai pedoman atau ajakan untuk dapat mengelola limbah kulit pisang menjadi baterai kering yang ramah lingkungan.

1.5 Batasan Masalah

Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas adalah seputar bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah,khususnya sumber daya hasil olahan manusia saat ini hanya dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan menjadi sebuah teknologi yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dalam hal energi yang berkelanjutan.
Pokok dari permasalahan penelitian ini adalah cara pemanfaatan limbah kulit pisang yang apabila isinya sudah habis dimakan,maka kulitnya dibuang. Oleh karena itu penulis melihat prosfek yang bagus bagi limbah tersebut untuk dijadikan sebagai energi listrik pengganti baterai yang sudah yang sudah tidak dapat difungsikan lagi atau mati . Untuk mendapatkan hasil penelitian yang bagus tentunya diperlukan riset yang panjang,sehingga penulis membatasi pokok penelitian ini hanya sampai pada pembuatan bahan baku baterai kering yang ramah lingkungan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Pisang
Pohon pisang (Musa paradisiaca) merupakan tanaman yaang tidak mengenal musim, selalu berkembang setiap waktu. Pohon pisang selalu melakukan regenerasi melalui tunas-tunas yang tumbuh pada bonggolnya. Cara itulah pohon pisang mempertahankan eksitensinya untuk memberikan manfaat kepada manusia. Hampir seluruh bagian dari tanaman pisang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bonggol, batang, daun, buah, bunga sampai kekulit pisang. Berikut ini manfaat dari setiap bagian pohon pisang :

  • Bonggol (umbi batang pisang )

Dibeberapa daerah, bonggol batang pisang yang muda dapat dimanfaatkan untuk sayur dan keripik pisang.

  • Batang

Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat,terutama pada bagian yang mengandung serat.Bagian ini dimanfaatkan sebagai pembungkus untuk bibit tanaman sayur dan apabila dikeringkan dan diolah lebih lanjut dapat digunakan sebagai tali pda pengolahan tembakau, untuk kompos dan dijadikan bahan baku pembuat kertas.

  • Daun

Masyarakat pedesaan memanfaatkan daun pisang sebagai pembungkus makanan,biasanya membungkus kue-kue tradisional dan pembungkus nasi dan dimanfaatkan juga sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing dan kerbau.

  • Buah

Buah pisang selain dimanfaatkan sebagai sumber vitamin dan mineral juga dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan antara lain pisang sale, tepung pisang, sari buah, buah dalam sirup, keripik pisang dan berbagai olahan kue moderen dan tradisional. Buah pisang mengandung vitamin C, B kompleks, B6. Pisang bisa menjadi pengganti makanan pokok, sehingga mengurangi ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras.

  • Bunga

Bunga pisang disebut juga jantung pisang, karena bentuknya seperti jantung. Biasanya dimanfaatkan untuk membuat sayur,karena kandungan protein dan vitaminnya. Selain dibuat sebagai sayur bunga pisang dapat juga dijadikan manisan dan acar.

  • Kulit buah

Kulit buah ini biasanya digunakan senagai bahan pakan ternak, namun seiring berjalannya waktu limbah kulit pisang ini tidak lagi digunakan sebagai pakan ternak melainkan sebagai energi listrik yang ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *