Makalah Kimia Halogen

Selamat datang di azzahra-official.com Berikut adalah Contoh Makalah Kimia Halogen, kalian juga dapat mendownload makalah ini dalam bentuk file docx Ms Word DISINI

UNSUR KIMIA

GOLONAN VIIA (HALOGEN)

Kop Smansa Tabin

Kelas XII IPS 4

Oleh :

Ari Setiawan

Cindy Purbawati

M Rega Saputra

Teguh Dermawan.P

SMA Negeri 1 Tanjung Bintang

Tahun Ajaran 2018-2019

 

A. Sifat Kimia Halogen

Halogen merupakan golongan yang sangat reaktif dalam menerima elektron dan bertindak sebagai oksidator kuat dalam satu golongan. Makin ke atas, oksidator makin kuat.

Keelektronegatifan halogen dalam satu golongan makin ke atas makin besar. Unsur yang paling elektronegatif dibanding unsur lain dalam sistem periodik adalah fluor (perhatikan data keelektronegatifan).

Jari-jari atom halogen dalam satu golongan makin ke atas makin kecil (perhatikan data). Ini berarti makin ke atas ukuran molekul makin kecil, maka gaya tarik-menarik antar-molekul (gaya Van der Waals) akan makin kecil. Unsur halogen sangat berbahaya terhadap mata dan tenggorokan. Unsur halogen mempunyai bau yang merangsang dan berwarna. Walaupun brom berwujud cair, tetapi brom mudah sekali menguap. Begitu juga iodium, mudah sekali menyublim.

Unsur golongan halogen bersifat oksidator.

Mempunyai bilangan oksidasi lebih dari satu, kecuali fluor.

Semua unsur halogen dapat bereaksi dengan semua unsur logam dan beberapa unsur non logam. Fluorin merupakan unsur yang paling reaktif dan kereaktifannya berkurang untuk unsur-unsur halogen yang lain sesuai dengan kenaikan  nomor atom.

Kecuali fluorin, semua unsur halogen dapat membentuk asam oksi dengan rumus HXO, HXO₂, HXO₃ dan HXO4yang disebut sebagai asam hipohalit, asam halit, asam halat, dan asam perhalat.

B. Sifat Fisika Unsur Halogen

Unsur Kimia Halogen

Tabel 1. Sifat Fisika Unsur Halogen

Unsur-unsur golongan VIIA mempunyai konfigurasi elektron ns2np5 dan merupakan unsur-unsur yang paling elektronegatif. Unsur halogen selalu mempunyai bilangan oksidasi -1, kecuali fluor yang selalu univalent. Unsur ini dapat mempunyai bilangan oksidasi (+1), (+III) dan (+VII). Bilangan oksidasi (+IV) dan (+VI) merupakan anomali, terdapat dalam oksida ClO2, Cl2 O6, dan BrO3.

Titik leleh dan titik didih bertambah jika nomor atom bertambah. Hal ini karena molekul yang lebih besar mempunyai gaya tarik menarik Van der Waals yang lebih besar. Energi ikatan X2 (kalor disosiasi) berkurang jika atom bertambah besar. Kecenderungan ini hanya dapat diamati untuk Cl2, Br, dan I2. Perhatikan Gambar 1. di bawah ini.

Ebergi Ikatan Halogen

Energi ikatan F2 sangat rendah (158 kJmol-1), karena terjadi tolak menolak antara elektron tak-terikat. Hal inilah yang menyebabkan F2 sangat reaktif.

Energi ionisasi unsur halogen sangat tinggi dan yang paling tinggi adalah fluor. Molekul halogen berwarna karena menyerap sinar tampak sebagai hasil eksitasi. Unsur-unsur ini adalah oksidator kuat dan mempunyai potensial elektrode negatif.

Semua unsur halogen terdapat sebagai molekul diatom, yaitu F2, Cl2, Br2, dan I2. Fluorin dan klorin berwujud gas, fluorin berwarna kuning pucat dan klorin berwarna kuning kehijauan. Bromin mudah menguap, cairan dan uapnya berwarna cokelat-kemerahan. Iodin berupa zat padat berwarna hitam mengkilap yang dapat menyublim menghasilkan uap berwarna ungu.

Unsur-unsur halogen mudah dikenali dari bau dan warnanya. Halogen umumnya berbau menyengat, terutama klorin dan bromin (bromos, artinya pesing). Kedua gas ini bersifat racun sehingga harus ditangani secara hati-hati. Jika wadah bromin bocor maka dalam beberapa saat, ruangan akan tampak cokelat-kemerahan.

Kenaikan titik leleh dan titik didih dari dalam tabel periodik disebabkan gaya London di antara molekul halogen yang makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. Gaya berbanding lurus dengan jarak atau panjang ikatan.

C. Kelimpahan Sifat Halogen

a. Fluorine

Fluor Ditemukan dalam fluorspar oleh Schwandhard pada tahun 1670 dan baru padatahun 1886 Maisson berhasil mengisolasinya. Merupakan unsur paling elektronegatif dan paling reaktif. Dalam bentuk gas merupakan molekul diatom (F2), berbau pedas, berwarna kuning muda dan bersifat sangat korosif. Serbuk logam, glass, keramik, bahkan air terbakar dalam fluorin dengan nyala terang. Adanya komponen fluorin dalam air minum melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi.Terdapat dalam senyawa fluorspar CaF2, kriolit Na3AlF6, dan fluorapatitCa(PO4)3F. dengan penambahan asam sulfat ke dalam fluorspar maka akan diperoleh HF dan garam Calsium sulfat. Selanjutnya lelehan asam florida di elektrolisis untuk menghasilkan gas F2. CaF2 + H2SO4 –> CaSO4 + 2HF

b. Klorin

Klor Ditemukan oleh Scheele pada tahu 1774 dan dinamai oleh Davy pada tahun1810. Klor ditemukan di alam dalam keadaan kombinasi sebagai gas Cl2, senyawadan mineral seperti kamalit dan silvit. Gas klor berwarna kuning kehijauan, dapat larut dalam air, mudah bereaksi dengan unsur lain. Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lender dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit.

Terdapat dalam senyawa NaCl, KCl, MgCl2, dan CaCl2. Senyawa klorida ditemukan di air laut dan garam batu/endapan garam yang terbentuk akibat penguapan air laut di masa lalu. Setiap 1 kg air laut mengandung sekitar 30 gram NaCl. Proses untuk mendapatkan unsure klorin adalah melalui elektrolisis larutan NaCl pekat (brine) akan menghasilkan Cl2 pada anode dan gas H2, dan NaOH pada katode.

b. Bromin

Brom Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826. merupakan zat cair berwarna coklat kemerahan, agak mudah menguap pada temperature kamar, uapnya berwarna merah, berbau tidak enak dan dapat menimbulkan efek iritasi pada mata dan kerongkongan.Bromin mudah larut dalam air dan CS2 membentuk larutan berwarna merah, bersifa tkurang aktif dibandingkan dengan klor tetapi lebih reaktif dari iodium.

Terdapat dalam senyawa logam bromide. Senyawa ini juga ditemukan di air laut, endapan garam, dan air mineral. Ditemukan di perairan laut Mati dengan kadar 4500 – 5000 ppm. Garam-garam bromine juga diperoleh dari Arkansas.

d. Iodine

odiumDitemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Merupakan unsur nonlogam.Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan. Dapat menguap pada temperature biasa membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Di alam ditemukandalam air laut (air asin) garam chili, dll. Unsur halogen ini larut baik dalam CHCl3,CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air. Dikenal ada 23 isotop dan hanyasatu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan di alam. Kristal iodin dapat melukai kulit,sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir.

Terdapat dalam senyawa natrium iodat NaIO3, yang ditemukan dalam jumlah kecil pada deposit NaNO3 di Chili. Juga dalam larutan bawah tanah di Jepang dan Amerika dengan kadar sampai 100 ppm. Untuk memperoleh iodine dari natrium iodat, dilakukan penambahan zat pereduksi natrium bisulfit NaHSO3 dengan reaksi sebagai berikut :

2IO3- + 5HSO3- –> I2 + 3HSO4- + 2SO42- + H2O

e. Astatine

Astatin Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Corson,K.R. Mackenzie dan E. Segre. Dikenal ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210)mempunyai waktu paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam disbandingiodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa antar halogen (AtI,AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul diatomseperti unsur halogen lainnya. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt danCH 3At. Jumlah astatine di kerak bumi sangat sedikit kurang dari 30 gram.

Halogen umumnya terdapat dalam bentuk garamnya. Oleh sebab itu, unsur-unsur golongan VIIA dinamakan halogen, artinya pembentuk garam (halos dan genes, halos = garam; genes = pembentuk atau pencipta). Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam. Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit, 3Ca3(PO4)2.CaF2 dan mineral fluorit, CaF2.

Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam. Bromin kurang melimpah, terdapat sebagai ion Br dalam air laut. Iodin terdapat dalam jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO3 bersama-sama garam nitrat. Unsur astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil.

f. Klor

Klor terdapat di alam karena daya gabung klor terhadap unsur-unsur lain yang biasanya sangat besar membentuk senyawaan terutama dalam garam dapur NaCl, KCl dan MgCl2.

g. Brom

Brom mula-mula diperoleh dari dalam air laut. Unsur-unsur ini sekarang diusahakan dalam jumlah yang besar sebagai bromida, misal NaBr, MgBr2.

h. Iod

Iod terdapat sebagai Na-iodat dalam mutterlauge, sendawa chili sebagai iodida dalam ganggang laut dan dalam sumber air iodium di Jawa Timur (Mojokerto) serta dalam kelenjar gondok manusia dan hewan.

i. Fluor

Oleh karena daya gabung terhadap unsur-unsur lain lebih besar daripada halogen lainnya, maka fluor selalu terdapat sebagai senyawaan, antara lain fluorit (CaF2) dan kriolit (Na3AlF6).

D. Manfat dan Kegunan Unsur Halogen

Manfaat dan kegunaan unsur halogen yang paling penting adalah dalam bentuk garam halida NaCl (Natrium klorida) atau dikenal sebagai garam dapur. Garam halida yang satu ini banyak sekali manfaat dan kegunaannya. Salah satunya adalah sebagai penyedap masakan, bahan pengawet dan untuk menambah tingkat salinitas dalam suatu bahan. Selain unsur halogen klorin yang bersenyawa dengan unsur natrium membentuk NaCL, masih banyak lagi jenis-jenis senyawa unsur halogen yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan manusia. Berikut ini adalah beberapa manfaat dan kegunaan Halogen beserta fungsinya.

Manfaat dan Kegunaan Senyawa Halogen

Senyawa Halogen dengan logam seperti NaCL (Natrium Klorida) berfungsi sebagai bahan penyedap masakan, bahan pengawet dan untuk meningkatkan salinitas bahan.

Senyawa Halogen yang berikatan dengan Alkana akan membentuk Alkil halida seperti CFC, HCFC, HFC, dll yang berfungsi sebagai pendingin, bahan baku aerosol, pelarut dan pembersih kering pada berbagai jenis pengeringan minyak.

Senyawa Halogen yang bereaksi dengan alkena membentuk senyawa halogenalkena seperti Kloroetena dan Tetrafluoroetena yang berfungsi dalam pembuatan plastik PVC dan PTFE.

Senyawa Halogen yang bereaksi dengan hidrogen membentuk asam Halida seperti asam klorida yang berfungsi untuk mengekstraksi logam.

Dampak unsur halogen

a) Flour

Fluorida memiliki racun yang bersifat kumulatif dan sangat beracun, jika dalam bentuk murni dia sangat berbahaya, dapat menyebabkan pembakaran kimia parah bila bersentuhan langsung dengan kulit.

Adanya komponen fluorin dalam air minum yang melebihi 2 ppm dapat menimbulkan lapisan kehitaman pada gigi.

Dalam bentuk fluorine, zat ini tidak langsung dihisap tanah tapi langsung masuk ke dalam daun-daun sehingga menyebabkan daun berwarna kuning kecoklatan. Jika daun tersebut dimakan oleh binatang maka bisa menyebabkan penyakit gigi rontok.

b) Klor

Menurut para ahli, kalau klorin bersenyawa dengan zat organik, seperti air seni atau keringat, maka akan menghasilkan senyawa sejenis nitrogen triklorin yang dapat mengakibatkan iritasi hebat. Senyawa organik tersebut selanjutnya dapat bereaksi menjadi gas di kolam tertutup dan membawa dampak terhadap sel-sel tubuh yang melindungi paru-paru.

Klor dapat mengganggu pernafasan, merusak selaput lendir dan dalam wujud cahaya dapat membakar kulit dan bersifat sangat beracun.

CFC (ChloroFluoroCarbon), yang terlepas ke udara dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan ozon.

Kloramina, NH4Cl zat ini sangat beracun terhadap kerang-kerang dan binatang air lainnya.

Kloroform CHCl3, yang ditemukan dalam air terklorinasi, yang dianggap , mutagenik (dapat menimbulkan mutasi), tetraogenik (menimbulkan kerusakan pada kelahiran) atau karsiogenik (menimbulkan kangker).

c) Brom

Dalam bentuk gas, brom bersifat toksik

Dalam bentuk cairan zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan.

Ketika brom tumpah ke kulit, akan menimbulkan rasa yang amat pedih. Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, dan peralatan keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya.

Timbal bromida yang terbentuk dalam mesin cenderung merusak mesin, serta sifatnya yang mudah menguap yang lolos bersama gas-gas buangan yang dapat mencemari atmosfer.

d) Iodin

Kristal iodin dapat melukai kulit Uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir

Pada saat ini dikenal suatu jenis penyakit yang disebabkan dari kekurangan yodium yaitu Gaky “ Gangguan Akibat Kekurangan Yodium” merupakan penyakit yang dapat menyebabkan retardasi mental. Penyakit ini bisa disebut defisiensi yodium atau kekurangan yodium. Saat ini diperkirakan 1,6 miliar penduduk dunia mempunyai risiko kekurangan yodium, dan 300 juta menderita gangguan mental akibat kekurangan yodium. Kira-kira 30.000 bayi lahir mati setiap tahun, dan lebih dari 120.000 bayi kretin, yakni retardasi mental, tubuh pendek, bisu tuli atau lumpuh. Di antara mereka yang lahir normal, dengan konsumsi diet rendah yodium akan menjadi anak yang kurang intelegensinya, bodoh, lesu dan apatis dalam kehidupannya.

Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan yodium adalah gondok, yakni pembesaran kelenjar tiroid di daerah leher.

e) Astatin

Belum diketahui bahaya yang ditemukan akibat Astatin.

Pembuatan Usur Golongan Halogen

Unsur-unsur halogen dapat dibuat dari senyawa yang ada di alam. Caranya adalah dengan mengoksidasi ion-ion halida. Proses pembuatan halogen tersebut dapat dilakukan dengan jalan oksidasi, reduksi, dan elektrolisis.

a) Pembuatan Fluorin (F2)

Fluorin dibuat dari elektrolisis asam Florida (HF). Sebagai bahan baku untuk mendapatkan HF diperoleh dari fluorspar (CaF2) yang direaksikan dengan H2SO4 pekat. HF yang diperoleh dicampur dengan KHF2 cair. Tempat untuk reaksi elektrolisis terbuat dari logam monel (campuran Cu dan Ni). Wadahnya menjadi katode, sedangkan anodenya adalah grafit.

Persamaan reaksi elektrolisis HF sebagai berikut:

2HF(aq) → 2HF+(aq) + 2F-(aq)

Katode (−) : 2F+(aq) + 2e → H2(g)

Anode  (+) : 2F-(aq)→ F2(g) + 2e

b) Pembuatan Klorin (Cl2)

Cara reaksi redoks

Dalam laboratorium, klorin dapat dibuat dengan cara mengoksidasi ion klorida. Sebagai oksidator dapat digunakan MnO2 (batu kawi), KMnO4, K2Cr2O7, atau CaOCl2.

MnO2(s) + 2H2SO4(l) + 2NaCl(s) → Na2SO4(aq) + MnSO4(aq) + 2H2O(l) + Cl2(g)

CaOCl2(aq) + H2SO4(l) → CaSO4(aq) + H2O(l) + Cl2(g)

CaOCl2(aq) + 2HCl(l) →  CaCl2(s) + H2O(l) + Cl2(g)

2KMnO4(s) + 16HCl(l) → 2KCl(aq) + 2MnCl2(aq) + 8H2O(l) + 5Cl2(g)

Cara Elektrolisis

Dalam industri, klorin dibuat dengan mengelektrolisis larutan natrium klorida pekat dengan menggunakan elektrode inert (tidak ikut bereaksi) dan menggunakan diafragma. Sebagai elektrode dipakai grafit. Persamaan reaksi elektrolisisnya sebagai berikut.

2NaCl(aq) → 2Na+(aq) +  2Cl¯(aq)

Katode (-): 2NH2O(l) + 2e¯ → H2(g) + 2OH¯(aq)

Anode (+): 2Cl¯(aq) → Cl2(g) + 2e¯.

2NaCl(aq) + 2H2O(l) → 2Na+(aq) + 2OH¯(aq)+ Cl2(g) + H2(g) 2NaOH(aq)

OH¯ yang diperoleh bereaksi dengan Na+ membentuk larutan NaOH.

c) Pembuatan Bromin (Br2)

Cara reaksi redoks

Dalam industri, bromin dapat dibuat dengan cara mengoksidasi ion bromida yang terdapat dalam air laut dengan klorin. Reaksi yang terjadi adalah

Cl2(g) + 2Br¯(aq) → Br(l) + 2Cl¯(aq)

Dengan mengalirkan udara ke dalam air bromin, brominnya dapat dikeluarkan karena mudah menguap.

Dalam laboratorium, bromin dibuat dengan cara memanaskan campuran NaBr + MnO2 dan H2SO4 pekat. Persamaan reaksinya:

MnO2(s) + 2H2SO4(l) + 2NaBr(s) → MnSO4(aq) + Na2SO4(aq) +Br2(g) +2H2O(l)

Cara Elektrolisis

Bromin dapat dibuat dengan cara elektrolisis larutan garam MgBr2 dengan menggunakan elektrode inert.

Persamaan reaksi elektrolisisnya :

MgBr2(aq) → Mg2+(aq) + 2Br¯(aq)

Katode(-): 2H2O(l) + 2e¯ → H2(g) + 2OH¯(aq)

Anode(+): 2Br¯(aq) → Br2(l) + 2e¯.

MgBr2(aq)+2H2O(l) → Mg2+(aq) + 2OH¯(aq)+ Br2(l) + H2(g)

Mg(OH)2(aq)

d). Pembuatan iodin (I2)

Cara reaksi redoks

Secara komersial iodin dapat dibuat dengan mengoksidasi ion iodida yang terdapat dalam air laut dengan klorin.

Cl2(g) + I¯(aq) → I2(s) + 2Cl¯(aq)

Iodin dapat dibuat dengan mereduksi NaIO3 dengan NaHSO3 dalam suasana asam. Persamaan reaksinya :

IO3¯(aq) + 3HSO3¯(aq) → I¯(aq) + 3H+(aq) + 3SO42¯

I¯(aq) + IO3¯(aq) + 6H+(aq) → I2(s) + 3H2O(l)

Di laboratorium iodin dibuat dari MnO2 + KI + H2SO4 pekat yang dipanaskan. Persamaan reaksinya :

KI(s) + MnO2(s) + H2SO4(l) → K2SO4(aq) + MnSO4(aq) + H2O(l) + I2(s)

Cara Elektrolisis

Iodin dapat dibuat dengan cara elektrolisis larutan garam pekat NaI dengan menggunakan elektrode inert. Persamaan reaksinya :

2NaI(aq) → 2Na+(aq) + 2I¯(aq)

Katode(-):   2H2O(l) + 2e¯ → H2(g) + 2OH¯(aq)

Anode(+):   2I¯(aq) → I2(g) + 2e¯.

2NaI(aq) + 2H2O(l) → 2Na+(aq) + 2OH¯(aq)+ I2(g) + H2(g) Mg(OH)2


9 tanggapan untuk “Makalah Kimia Halogen

  • 25 November 2018 pada 8:44 pm
    Permalink

    I wwas examining some of your posts on thіѕ website and I believve this internet site іs very infoгmative!

    Retain putting up.

    Balas
  • 25 November 2018 pada 5:39 pm
    Permalink

    I got this site from my friend who informed me about this site and at the moment
    this time I am browsing this web page and reading very informative content at
    this time.

    Balas
  • 25 November 2018 pada 5:16 pm
    Permalink

    Looks apparent, suitable?

    Balas
  • 25 November 2018 pada 11:57 am
    Permalink

    He doesn’t respond well anyway to novel situations. I have
    ‘target trained’ him pretty easily and that is easy associative learning.

    Balas
    • 25 November 2018 pada 3:30 pm
      Permalink

      Thank you very much for reminding me
      I’m really a beginner

  • 25 November 2018 pada 5:09 am
    Permalink

    You may get maintain of again issues simply sufficient too.

    Balas
  • 25 November 2018 pada 4:46 am
    Permalink

    What’s up, its nice article on the topic of media
    print, we all be aware of media is a wonderful source of facts.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *