Makalah Peraturan Baris berbaris PBB

Contoh Makalah PBB Pramuka Peraturan Baris Berbaris, Kalian juga dapat mendownload File Contoh Makalah PPB ini DISINI

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami Panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena berkat karuniaNya lah kami telah dapat menyelesaikan karya tulis ini.

Dengan terselesainya penulisan karya tulis ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada guru bidang studi Yang telah banyak memberikan masukan kepada kami sehingga terselesainya Makalah ini. Serta kepada Orang tua dan teman-teman yang telah banyak membantu baik secara langsung maupun tidak langsug dalam menyelesaikan karya tulis ini.

kami menyadari keterbatasan ilmu, Penelitian dan pengalaman dalam membuat karya tulis ini, oleh karena itu, Masukkan berupa saran dan kritikan yang berguna sangat kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini dan semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kami sendiri dan juga para pembaca.

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Gerakan pramuka adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya. “Paramuka” merupakan sebutan bagi anggota gerakan pramuka, yang meliputi Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, staf  Kwartir dan majelis Pembimbing Pramuka.

Sedangkan yang di maksudkan kepramukaan adalah proses pendidikan di luarlingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan dialam terbuka dengan prinsip Dasar kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

Kepramukaan adalah system pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Adapun yang akan di bahas di Bab ini mengenai keterampilan Pramuka III dimana Materinya yang akan kita jelaskan tentang, Macam-macam Upacara yang ada dalam pramuka, baris-berbaris atau pbb, Bentuk Barisan/Formasi Barisan, dan Yel-yel/Lagu-Lagu yang ada dalam Pramuka.

B. RUMUSAN MASALAH

  1. Jelaskan macam-macam upacara dalam pramuka ?
  2. Jelaskan baris-berbaris dalam pramuka?
  3. Jelaskan apa itu yel-yel/ lagu-lagu dalam pramuka ?
  4. TUJUAN MASALAH
  5. Mengetahui macam-macam upacara dalam pramuka.
  6. Mengetahui baris-berbaris dalam pramuka.
  7. Mengetahui apa itu yel-yel/ lagu-lagu dalam pramuka.

BAB II
PEMBAHASAN

PERATURAN BARIS BERBARIS (PBB)

Makalah peraturan baris berbaris

Pengertian : Baris berbaris adalah suatu ujud latihan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

Maksud dan tujuan : Untuk menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan dan disiplin sehingga selalu dapat mengutamakan kepentingan tugas diatas kepentingan pribadi disamping juga menanamkan rasa tanggung jawab.

Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.

Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.

Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.

Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.

Aba-aba

a. Pengertian

Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.

b. Macam aba-aba

Ada tiga macam aba-aba yaitu :

1) Aba-aba petunjuk

Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba- aba peringatan /pelaksanaan.

Contoh:

a) Kepada Pemimpin Upacara – Hormat – GERAK

b) Untuk amanat-istirahat di tempat – GERAK

2) Aba-aba peringatan

Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu

Contoh:

a) Lencang kanan – GERAK

b) Istirahat di tempat – GERAK

3) Aba-aba pelaksanaan

mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba petunjuk/peringatan dengan cara serentak atau berturut-turut.

Aba-aba pelaksanakan yang digunakan adalah

a) GERAK

b) JALAN

c) MULAI

1. Cara melatih berhimpun Barisan

Makalah Peraturan Baris berbaris PBB

Formasi Berhimpun, bentuknya mengikat, jumlah saf tidak mengikat Pada dasarnya berkumpul selalu dilakukan dengan bersaf, kecuali jika keadaan ruang tidak memungkinkan. Aba-aba : “Bersaf, kumpul … MULAI!” Pelaksanaan:

1) Komandan/pelatih menunjuk seorang anggota untuk berdiri kurang lebih 4 langkah didepannya, sebagai penjuru. Perintahnya sebagai berikut, misal: “Robert sebagai penjuru!”

2) Anggota yang ditunjuk sebagai penjuru mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh kepada pemberi perintah, selanjutnya mengulangi perintah sbb : “Siap, “Robert sebagai penjuru”.

3) Penjuru mengambil sikap untuk berlari kemudian berlari menuju pemberi perintah.

4) Pada waktu aba-aba bersaf/ berbanjar kumpul, maka seluruh anggota lainnya mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh pada pemberi aba-aba.

5) Pada aba-aba pelaksanaan: “MULAI”, anggota lainnya dengan serentak mengambil sikap lari dan berlari menuju disamping kiri/belakang penjuru secara berturut-turut. Selanjutnya penjuru memberi isyarat: “LURUSKAN”, anggota secara berturut-turut meluruskan diri.

6) Cara meluruskan diri ke samping (jika bersaf) sbb: Meluruskan lengan kanan ke samping kanan dengan tangan digenggam disentuhkan bahu kiri orang di sebelah kanannya, punggung tangan menghadap ke atas. Kepala dipalingkan ke kanan dan meluruskan diri, hingga dapat melihat dada orang-orang di sebelah kanannya. Penjuru yang ditunjuk pada waktu berkumpul melihat ke kiri, setelah barisan terlihat lurus maka penjuru memberikan isyarat dengan mengucapkan: “LURUS”, lengan diturunkan serempak sambil mengembalikan pandangan ke arah depan.

7) Cara meluruskan diri ke depan (jika berbanjar) sbb: Meluruskan lengan kanannya ke depan dengan tangan digenggam, punggung tangan menghadap ke atas dan mengambil jarak satu lengan ditambah dua kepal dari orang yang ada di depannya serta meluruskan diri ke depan.

Setelah orang yang paling belakang/banjar kanan yang paling belakang melihat barisannya sudah lurus maka ia memberikan isyarat dengan mengucapkan: “LURUS”. Pada isyarat ini serentak menurunkan lengan kanan dan kembali ke sikap sempurna.

2. Melatih meninggalkan Barisan

Apabila pelatih/komandan memberikan perintah kepada seseorang dari barisannya, terlebih dahulu ia memanggil orang itu keluar barisan dan memberikan perintahnya setelah orang itu telah berdiri dalam keadaan sikap sempurna.

Orang yang menerima perintah ini harus mengulangi perintah tersebut sebelum melaksanakan perintah itu dengan semangat. Tata cara keluar barisan Bila pasukan bersaf

1) Untuk saf depan, tidak perlu balik kanan tetapi langsung menuju ke arah yang memanggil.

2) Untuk saf tengah dan belakang, balik kanan kemudian melalui belakang saf paling belakang, selanjutnya memilih jalan terdekat menuju arah pemanggil.

3) Untuk orang yang berada di ujung kanan atau kiri tanpa balik kanan langsung menuju arah yang memanggil (termasuk saf tengah: 2, 3, ). Penjuru pada saf bukan paling depan mengambil antara ke depan dan setelah lurus menurunkan lengan. Setelah masing-masing dirinya berdiri lurus dalam barisan, maka semua berdiri di tempatnya dengan memalingkan muka ke arah penjuru.

Pada aba-aba: “Tegak …GERAK!”, semua anggota menurunkan lengan dengan serempak sambil mengembalikan pandangan ke arah depan, sikap sempurna.

3. Setengah lengan lencang kanan / kiri

Aba-aba:

Setengah lengan, lencang kanan/kiri … GERAK!”. Pelaksanaan: seperti lencang kanan / kiri, tetapi tangan kanan / kiri di pinggang dengan siku menyentuh lengan orang di sebelah kanan / kirinya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang, keempat jari lainnya rapat di sebelah depan.

4. Lencang Depan

Hanya dalam bentuk berbanjar,

aba-aba: “Lencang depan … GERAK!”.

Pelaksanaan:

penjuru tetap sikap sempurna, orang ke-dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat lengan. Bila lebih dari satu banjar, maka saf terdepan mengambil antara satu setengah lengan di samping kanan, setelah lurus menurunkan lengan serta menegakkan kepala kembali dengan serempak.

5. Cara Berhitung

Aba-aba: “Hitung … MULAI!”.

Pelaksanaan: jika bersaf, maka pada aba-aba peringatan, penjuru tetap melihat ke depan sedangkan anggota lainnya pada saf depan memalingkan muka ke kanan. Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut tiap anggota mulai dari penjuru kanan menyebut nomornya sambil memalingkan muka kembali ke depan.

Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua tetap pada sikap sempurna.pada aba- aba pelaksanaan tiap anggota mulai dari penjuru depan ke belakang menyebut nomornya masing-masing. Penyebutan nomor diucapkan penuh.

6. Periksa Kerapihan

Aba – Aba : Periksa kerapihan = Mulai

Pelaksanaan : dimaksudkan untuk merapihkan perlengkapan yang dipakai pada saat itu dan pasukan dalam keadaan istirahat.

a. Pada saat aba-aba peringatan pasukan mengambil sikap sempurna “SIAP”

b. Aba-aba pelaksanaan membungkukkan badan masing-masing, melai memeriksa atau membetulkan perlengkapannya dari ujung kaki sampai tutup kepala.

c. Setelah yakin sudah rapi masing-masing anggota mengambil sikap sempurna, sambil mengucapkan “SIAP”

d. Setelah komandan melihat pasukan sudah selesai maka memberi aba-aba = “SELESAI” dan pasukan mengambil sikap istirahat
PERUBAHAN ARAH

7. Hdap Kanan / Kiri

Aba-aba: “Hadap kanan/kiri … GERAK!”.

Pelaksanaan: kaki kiri/kanan diajukan melintang didepan kaki kanan/kiri, lekuk kaki kiri/kanan beradadi ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°.

Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri seperti posisi sikap sempurna.

8. Hadap serong kanan/kiri

Aba-aba: “Hadap serong kanan/kiri … GERAK!”. Pelaksanaan: kaki kiri/kanan diajukan ke depan sejajar kaki kanan/kiri. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 45°. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri seperti posisi sikap sempurna.

9. Balik kanan

Aba-aba: “Balik kanan … GERAK!”.

Pelaksanaan: kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam) didepan kaki kanan, berat badan berpindah ke kaki kiri. Tumit kaki kanan dengan badan diputar ke kanan 180°. Kaki kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan seperti posisi sikap sempurna.

MEMBUKA/MENUTUP BARISAN

10. Buka barisan

Aba-aba: “Buka barisan … JALAN!”

Pelaksanaan: pada aba-aba pelaksanaan banjar kanan dan kiri masing-masing membuat langkah ke samping kanan dan kiri satu langkah. Banjar tengah tetap di tempat.

11. Tutup barisan

Aba-aba : “Tutup barisan … JALAN!”.

Pelaksanaan: pada aba-aba pelaksanaan banjar kanan dan kiri masing-masing membuat langkah ke samping kiri dan kanan satu langkah, kembali ke posisi semula. Banjar tengah tetap di tempat.

12. Bubar

Aba-aba : “Bubar …JALAN!”.

Pelaksanaan: pada aba-aba pelaksanaan setiap anggota menyampaikan penghormatan kepada pelatih/komandan, setelah dibalas kembali ke sikap sempurna, melakukan gerakan ‘ balik kanan’ dan pada hitungan tertentu (dalam hati) melakukan gerakan seperti langkah pertama dalam gerakan ‘maju … jalan’, selanjutnya bubar menuju ke tempat masing- masing.

Bila pelatih/komandan menghendaki tidak ada penghormatan, aba-aba didahului dengan aba-aba-aba petunjuk: “Tanpa penghormatan, bubar … JALAN!”. Pasukan langsung balik kanan tanpa memberikan penghormatan dahulu, dst.

13. Maju Jalan

Dari sikap sempurna, aba-aba : “Maju … JALAN!”

Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri diajukan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi + 20 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak satu langkah, dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.

Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri ke belakang 30° dengan tangan menggenggam.

14. Langkah Tegap

Dari sikap sempurna, aba-aba: “Langkah tegap, maju … JALAN!”.

Pelaksanaan: mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama tidak berlebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut lurus, kaki diangkat tidak terlalu tinggi. Bersamaan dengan langkah pertama, tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke samping luar, ibu jari tangan menghadap ke atas. Lenggang lengan ke depan 90° dan ke belakang 30°.

Ketika sedang berjalan ‘langkah tegap’ kembali ke langkah biasa.
Aba-aba: “Langkah biasa … JALAN!”

Pelaksanaan: aba-aba pelaksanaan diberikan sewaktu kaki kiri/kanan jatuh di tanah ditambah satu langkah, langkah pertama dihentakkan dan mulai berjalan dengan langkah biasa.

15. Langkah Sewaktu Lari

Dari sikap sempurna.

Aba-aba: “Lari, maju … JALAN!”.

Pelaksanaan: pada aba-aba peringatan, kedua tangan dikepalkan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap ke luar, kedua siku sedikit ke belakang, badan agak dicondongkan ke depan.

Pada aba-aba pelaksanaan, dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri satu langkah dan selanjutnya lari dengan panjang langkah 80 cm, tempo 165 langkah/menit. Kaki diangkat secukupnya, telapak kaki diletakkan mengenai tanah pada ujungnya terlebih dahulu, lengan dilenggangkan lemas.

Dari langkah biasa, aba-aba: “Lari … JALAN!”.

Pada aba-aba peringatan, gerakan sama dengan poin a, aba-aba pelaksanaan diberikan saat kaki kiri/kanan jatuh ke tanah, kemudian ditambah satu langkah, dst.

Kembali ke langkah biasa,

Aba-aba: “Langkah biasa … JALAN!”.

Aba-aba pelaksanaan diberikan saat kaki kiri jatuh di tanah ditambah tiga langkah, kemudian berjalandengan langkah biasa dimulai dengan kaki kiri yang dihentakkan disertai dengan lenggangan tangan.

16. Langkah Merdeka

Aba-aba : Langkah merdeka = Jalan

Pelaksanaan : Anggota berjalan bebas tanpa terikat panjang dan tempo atas pertimbangan komandan anggota dapat diizinkan melakukan sesuatu karena kondisi medan yang tidak memungkinkan tetapi masih dalam kelompok barisan dan tidak terpencar semuanya (antara lain : berbicara, buka topi dan menghapus keringat)

Catatan : Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh perjalanan jauh/ diluar kota / lapangan yang tidak rata. Anggota dilarang meninggalkan barisan.

17. Jalan di Tempat

aba-aba: “Jalan di Tempat = Grak!”.

Pelaksanaan : Gerakan di mulai dengan kaki kiri, lutut berganti-ganti di angkat sehingga paha rata-rata (horisontal)ujung kaki menuju kebawah dan tempo langkah sesuai dengan tempo langkah biasa. Badan tegak pandangan mata tetap kedepan, lengan tetap lurus dirapatkan pada badan (tidak di lenggangkan).

18. Belok Kanan/kiri

Aba-aba : Belok Kanan/kiri maju = Jalan

Pelaksanaan : penjuru depan merubah arah 90 derajat kekanan atau kekiri dan mulai berjalan kearah tertentu prajurut lainnya mengikuti gerakan-gerakan ini setibanya pada belokan tersebut ( tempat penjuru berbelok )

Catatan : Aba-aba : Dua Kali Belok Kanan /Kiri Maju = Jalan
dan Tiaptiap Banjar Dua Kali Belok Kanan/kiri Maju = Jalan

19. Haluan Kanan/Kiri

Gerakan ini hanya dilakukan dalam bentuk ber saf, guna merubah arah tanpa merubah bentuk
Pelaksanaan

a. Berhenti ke berhenti

Aba-aba : Haluan kanan/kiri = jalan

Setelah aba-aba penjuru kanan/kiri berjalan di tempat dengan memutar arah secara perlahan laha-lahan hingga merubah arah sebesar 90 derajat, bersamaan dengan itu masing-masing saf mulai maju jalan dengan rapi sambil meluruskan safnya hingga merubah arah sebesar 90 derajat, kemudian berjalan di tempat, setelah penjuru kanan melihat safnya lurus memberi isyarai “LURUS” kemudian komandan memberi aba-aba “HENTI=GRAK”

b. Berhenti ke berjalan

Aba-aba : Haluan kanan/kiri = jalan

Pelaksanaan : seperti aba aba haluan kanan kiri setelah isyarat luru dari penjuru komandan langsung memberi aba-aba “MAJU JALAN” tanpa berhebti terlebih dahulu.

c. Berjalan ke berhenti

Aba-aba : Haluan kanan/kiri maju = jalan

pelaksanaan aba-aba dijatuhkan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah, kemudian ditambah satu langkah. selanjutnya barisan melakukan gerakan seperti haluan kanan/kiri dari berherhenti ke berhenti.

d. Berjalan ke berjalan

Aba-aba : Haluan kanan/kiri maju = jalan

pelaksanaan aba-aba dijatuhkan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah, kemudian ditambah satu langkah.selanjutnya barisan melakukan gerakan seperti haluan kanan/kiri dari berhenti ke berjalan.

Catan : Pada pelaksanaan haluan, lengan tidak melenggang.

20. Melintang kanan/kiri

gerakan ini dilakukan dalam bentuk berbanjar, guna merubah bentuk pasukan dengan arah tetap.

a. Berhenti ke berhenti

Aba-aba : Melintang Kanan/kiri Maju jalan

Pelaksanaan : setelah aba-aba pelaksanaan melakukan gerakan hadap kanan/kiri kemudian haluan kiri/kanan dan berhenti keberhenti kemudian setelah diberi aba-aba “MAJU = JALAN” baru maju jalan.

b. Berhenti ke berjalan

aba-aba : Melintang Kanan/kiri Maju jalan

Pelaksanaan : setelah aba-aba pelaksanaan melakukan gerakan hadap kanan/kiri kemudian haluan kiri/kanan dan berhenti keberhenti kemudian setelah diberi aba-aba “MAJU = JALAN”baru maju jalan. Setelah aba-aba pelaksanaan ditambah satu langkah, barisan maju dengan langkah biasa.

c. Berjalan ke Berjalan

aba-aba : Melintang Kanan/kiri Maju jalan Pelaksanaan : Setelah aba-aba pelaksanaan ditambah satu langkah, barisan melakukan gerakan seperti gerakan melintang kanan/kiri dari berhenti ke berjalan.

BARIS BERBARIS TINGKAT KOMPI

Umum. Baris berbaris kompi adalah dimaksudkan untuk melatih dan memelihara gerakan yang sesuai dengan peraturan mengenai bentuk-bentuk gerakan dan perubahan-perubahan yang dilakukan pada waktu baris berbaris, Upacara/Parade, pemindahan pasukan setingkat kompi dengan berjalan kaki.

a. Susunan Pasukan

Kompi terdiri atas 3 Pleton, satu Pleton terdiri dari 30 0rang ditambah satu komandan pleton, dan satu regu terdiri dari 10 orang.

b. Dalam latihan baris-berbaris kompi, komandan kompi menempatkan diri ditempat dimana ia dapat memimpin dan mengawasi dengan baik.

c. Khusus untuk satuan tingkat kompi yang melakukan pemindahan berjalan kaki/ baris – berbaris yang mengunakan jalan umum komandan kompi menempatkan diri ditempat dimana ia dapat memimpin dan mengawasi dengan baik, tetapi tidak berada disamping komandan pleton.

RANGKUMAN

Baris berbaris adalah suatu ujud latihan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

Aba-aba ada 3 macam

Petunjuk : Contoh kepada pemimpin …, Masing-masing banjar…

Aba-aba peringatan : contoh maju, jalan ditempat, hormat.

Aba-aba pelaksanaan Ada 3 :

a. Gerak : untuk gerakan kaki tanpa meninggalkan tempat dan untuk gerakan anggota tubuh yang lain.

b. Jalan : untuk gerakan kaki dengan meninggalkan tempat

c. Mulai : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Macam –macam gerakan dengan aba-aba Gerak

Siap = GERAK Henti = GERAK
Istirahat di tempat = GERAK Tegak = GERAK
Hadap Kanan/kiri = GERAK Hormat = GERAK
Hadap serong Kanan/kiri = GERAK Hormat Kanan/Kiri = GERAK
Balik kanan = GERAK Letak tongkat = GERAK
Lencangkanan/kiri = GERAK Pundak kiri tongkat = GERAK
Lencang depan = GERAK Depan tongkat = GERAK
Setengah lengan lencang kanan/kiri = GERAK Ambil Tongkat = GERAK
 Jalan di tempat = GERAK Tegak Tongkat = GERAK

Macam –macam gerakan dengan aba-aba Jalan (dari posisi diam)

Maju = JALAN Hadap serong kanan/kiri maju = JALAN
Langkah ke Kanan/Kiri= JALAN Haluan Kanan/kiri maju = JALAN
Langkah Kebelakang/Depan = JALAN Dua kali belok kanan maju = JALAN
Langkah Tegap/Bias Maju = JALAN Tiap –tiap banjar Dua kali belok kanan maju = JALAN
Lari Maju = JALAN Belok Kanan/Kiri maju = JALAN
Buka/tutup Barisan = JALAN Melintang Kanan/Kiri maju = JALAN
Haluan Kanan/Kiri = JALAN Hadap kanan/kiri maju = JALAN
Bubar = JALAN Balik kanan maju = JALAN

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Macam- macam Upacara

Macam-macam upacara yang ada dalam  gerakan Pramuka :

Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah pendidikan nonformal di lingkungaketiga,wajibmengarahkan dan mengatur semua tindakan dan langkahnya seuaidengantujuan pendidikan khususnya tujuan dan sasaran Gerakan Pramuka, sehingga usaha tersebut merupakan proses pendidikan yang meningkat dan berkesinambungan.

Untuk itu usaha yang merupakan proses pendidikan yang meningkat dan berkelanjutan itu salah satu diantaranya adalah kegiatan upacara untuk melatih disiplin, patuh, tenggang rasa, tanggung jawab, kesadaran nasional dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha esa. Kegiatan upacara diperlukan dalam lingkungan Gerakan pramuka megingat bahwa :

1. Kegiatan upacara dalam Gerakan Pramuka merupakan salah satu alat pendidikan untuk membiasakan selalu berbuat dengan tertib dan menanamkan rasa cinta tanah air, disiplin, gotong royong, rasa tanggung jawab dan takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ;

2. Kegiatan upacara dalam Gerakan Pramuka diatur secara seragam, sehingga dapat berfungsi sebagai alat pendidikan yang berdaya guna dan tepat guna.

2. Peraturan Baris- Berbaris (PBB)

Baris-berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara hidup angkatan bersenjata / masyarakat yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu

B. SARAN

Demikian makalah ini kami susun,semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca. Dalam penulisan ini kami sadari masih banyak kekurangan,saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan untuk menyempurnakan makalah kami ini.

DAFTAR PUSTAKA

Bob Sunardi, Andri. Boyman, Ragam Latih Pramuka. Nuansa Muda, cetakan ketujuh. Bandung. 2011

Baca Juga : Contoh Makalah Trisatya Dasa Dharma Pramuka


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *